Anies Solusi Negara Kritis

0
161
Yusuf Blegur/ame-jaksat

Oleh: Yusuf Blegur

Cara berpikir menentukan cara bertindak. Salah atau benar pikiran seseorang berakibat pada salah atau benar tindakan seseorang. Ada juga yang lain pikirannya lain bicaranya, lain bicaranya lain tindakannya. Ruwet, ruwet, ruwet.

Anies memang bukan pemimpin sekaliber internasional, yang mendunia karena ide dan pikirannya mampu ikut mengubah peradaban manusia. Ia memang belum pantas disejajarkan dengan John F Kennedy, Winston Churchill, Soekarno atau Putin sekalipun. Tapi ada sesuatu yang prinsip dan bermakna yang telah dilakukan seorang Anies Baswedan. Apa itu?.

Jakarta yang menjadi ibukota negara yang sering disebut miniatur atau representasi Indonesia. Menjadi salah satu faktor sekaligus indikator kepemimpinan Anies yang nyata. Jakarta yang mewakili kebhinnekaan dan kemajemukan Indonesia, baik aspek kependudukan dalam tinjauan suku, agama, ras dan antar golongan, maupun kompleksitas permasalahan yang ada di dalamnya. Menyisakan sentuhan dan tangan dingin Anies dalam keberhasilannya membangun kota metropolitan itu.

Anies membuktikan hakekatnya pembangunan tidak sekedar menyasar pada persoalan fisik kota semata, lebih dari itu dapat mengangkat harkat dan martabat warganya. Pembangunan yang dapat memanusiakan manusia. Seperti persfektif maju kotanya bahagia warganya. Anies menjawab keraguan dan sinisme banyak pihak. Anies berhasil mengurai makna “There is no developmentalism without humanism”. Bahwasanya tak ada keberhasilan pembangunan di suatu negara jika tidak dapat dirasakan rakyatnya. Anies setidaknya belajar dari Soekarno dengan visi pembangunan semesta alamnya, atau Soeharto dengan visi pembangunan manusia seutuhnya.

Anies seperti menyegarkan kembali ingatan publik akan kegagalan menangani banjir, macet dan kesemrawutan kota oleh gubernur Jakarta sebelumnya. Atau watak temperamen, sikap kasar dan penuh caci-maki serta syahwat korup dan suka menggusur rakyat kecil oleh gubernur sebelumnya juga. Anies menegaskan dirinya sangat berbeda bagaikan jauh api dari panggang dengan karakter kedua gubernur sebelumnya. Dimana kedua pemimpin Jakarta terdahulunya itu, lebih banyak retorika, pernyataan kontroversial yang menyakitkan rakyat dan janji-janji yang tak pernah dituaikan. Banyak basa-basi tanpa prestasi. Hanya kegaduhan pencitraan dan cari muka di hadapan rakyat. Bukan hanya miskin integritas, lebih buruk lagi kedua mantan gubernur Jakarta itu telah menghianati amanat penderitaan rakyat, konstitusi dan cita-cita proklamasi kemerdekaan RI, walau dengan segala cara tetap memangku kepentingan publik hingga saat ini.

Kepemimpinan Moral dan Akhlak

Alhamdulillah. Anies mampu belajar dan dapat mengambil hikmah dari contoh mengerikan kepemimpinan Jakarta oleh kedua gubernur tersebut yang telah menjadi preseden buruk bagi wajah pemerintahan dan masa depan negara bangsa. Bahwasanya pemimpin itu mewakili Tuhan dan rakyatnya juga. Segala behavior seorang pemimpin itu mutlak menjadi contoh dan keteladanan rakyat. Tak ada kebaikan dan kemaslahatan bagi rakyat, negara dan bangsa, jika tak ada jiwa kemanusiaan dalam diri seorang pemimpin. Termasuk memiliki kesadaran mental dan spiritual dalam dirinya. Pemimpin yang pikirannya, ucapannya dan tindakannya dituntun oleh kesadaran moral dan kemuliaan akhlak. Bukan oleh agenda kejahatan dan kebiadaban dari watak pemimpin palsu berbungkus keserakahan jabatan serta kekuasaan tiran.

Anies, melalui kerja cerdas berbuah prestasi dan penghargaan. Bukan hanya membuat kemajuan kota Jakarta dan kebahagiaan warganya. Kesantunan dan humanisme Anies meski harus melewati jalan penderitaan dengan pelbagai banjir intrik, isu dan fitnah. Keberhasilan membangun Jakarta, menuntun Anies mengemban amanat kepemimpinan bagi seluruh rakyat Indonesia. Anies juga telah membuat seluruh rakyat Indonesia senyum dan bangga atas torehan kinerja kepemimpinannya selama di Jakarta. Animo, antusiasme dan bahkan euforia rakyat Indonesia sudah tak terbendung lagi, mendorong Anies sebagai pemimpin sekaligus presiden Indonesia secepatnya, sesegera mungkin. Jangan sampai didahului penundaan pemilu 2024 atau perpanjangan kekuasaan yang rakus.

Anies seperti menjadi jawaban dari kerinduan rakyat dalam menemukan pemimpin sejati bagi negeri ini. Anies terasa bagaikan obat bagi semua persoalan dan penyakit bangsa ini. Anies potensial sebagai pemimpin yang mampu menghadirkan Panca Sila, UUD 1945 dan NKRI secara zohir dan dapat dirasakan semua anak bangsa.
Anies benar-benar diharapkan rakyat Indonesia menjadi solusi bagi negara yang sedang mengalami penyakit kritis.

In syaa Allah.