Adhie Massardi: Beban Berat APBN 2022-2024 Tidak Pro Rakyat

0
218

JAKARTASATU.COM – Beban berat APBN 2022 ditarik sampai 2024, wah ini menarik. APBN dikupas tidak cukup, harus dilihat secara ekonomi. “Beban Berat APBN 2022-2024 Tidak Pro Rakyatkalau seperti ini,” ujar Adhie Massardi dalam acara yang digelar oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), pada Selasa 10/3/2022 di Kawasan Menteng Jakarta Pusat.

Sebenarnya dari 2021 itu berkah untuk oligarki, komoditas ini, harganya meroket oligarki menikmati apalagi pemilik batubara ,karet, kelapa sawit. Itu komoditas dan lain-lain yang tambang. Ada derita rakyat karena dari kenaikan ini memicu kenaikan harga dan itu tidak dibantu pemerintah. Minyak goreng saja subsidi dari BPDPKS bukan dari APBN. BPDKS diambilkan dari mereka juga dari kelapa sawit yang di kembalikan lagi ke mereka juga.

“Seharusnya untuk peremajaan kelapa sawit bagi rakyat. Subsidinya saja terbatas. Ini saja tidak cukup, kenapa tidak cukup karena tidak bisa menyangga subsidisehingga apa yang terjadi, yang terjadi adalah barang menjadi langka. Barang langka bukan karena suplai, suplanya pasti cukup. Kita ini produsen kelapa sawit terbesar, selama ini ga ada masalah, tapi mereka memilih untuk ekspor karena harga di sini mahal, boleh saja mereka jual ekspor tapi harus ada kompensasi,” jelasnya.

Soal Batu bara, misalnya kata Adhi ada pejabat menyatakan PLN kekurangan pasokan batubara PLN harus beli dengan harga internasional. Lhah, mereka mendapatkan dari bumi aindonesia, batubara milik rakyat. Emang batubara milik nenek moyang loe. “Kenapa menjadi beban rakyat. Jadi Politik kita adalah APBN tidak pro rakyat, melanggar kedaulatan rakyat,”pungkas Adhie. | Yoss/Jaksat