Iming-Iming

0
150
Yusuf Blegur/ame-jaksat

Oleh: Yusuf Blegur

Mau janji-janji, kau tawar-tawar. Kau janjikan kau tawarkan kebaikan, iming-iming saja. Kemakmuran siapa, keadilan siapa?. Kalau kebahagian milik hanya segelintir orang, dinikmati bangsa asing dan aseng, ya percuma saja. Biarlah rakyat menderita, menderita saja.

Kedaulatan negara yang kau janjikan, kehormatan bangsa pernah kau tawarkan. Yang ada hanya celaka, karena rakyat dan negara kau khianati. Yang ada hanya dusta, tipu sini tipu sana.

Kurang apakah, ya negeri ini. Kekayaan berlimpah sudah, kesuburan dimana-mana juga sudah, begitu banyak keistimewaan dimata dunia. Musim normal rakyat susah,
musim pandemi rakyat sengsara. Pantaslah saja semua selalu dalam keresahan.

Kau janji-janji, kau tawar-tawar. Kau janjikan kau tawarkan kampanye, iming-iming saja. Sudah gagal memimpin penuh kebohongan, kau minta tambah periode untuk berbohong lagi. Engkau cuma boneka, engkau cuma mainan oligarki. Terus menerus berbohong hingga semakin panjang penderitaan rakyat.

Meskipun tidak sama persis dengan lirik lagu iming-iming milik biduan dangdut Rita Sugiarto yang kesohor, sepertinya keluhan dan kerisauannya tetap sama. Rakyat diselimuti duka berkepanjangan, negara merana sepanjang masa. Banyaknya janji-janji palsu dalam kemasan pencitraan. Semua kesengsaraan yang bermula dari iming-iming.