UU KETENAGALISTRIKAN PUNYA AJI “ROWO RONTEK” !

0
196
Ahmad Daryoko/IST

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Dalam dunia Pewayangan ada tokoh terkenal sakti mandraguna, seorang Raja Alengkadiraja bernama Rahwana. Si raja Rahwana ini memiliki azimat atau ajian bernama “Aji Rowo Rontek”. Sehingga saat terbang dalam peperangan, bila di panah ataupun di “rudal” , jatuh kebumi, tetapi ketika badannya menyentuh tanah kemudian bisa hidup lagi (meskipun tadinya sudah hancur lebur berkeping keping).

Begitu juga UU Ketenagalistrikan. UU ini memiliki “Ajian” setara Aji Rowo Rontek bikinan IFIs ( WB,ADB, IMF) bernama Naskah Akademik PSRP(Power Sector Restructuring Program). UU Ketenagalistrikan ini berkali kali dibunuh di MK , tetapi tidak lama kemudian bangkit lagi dengan judul UU sama ( UU Ketenagalistrikan) hanya nomer nya yang berbeda. Naskah akademik yang dipakai pun sama yaitu PSRP.

Artinya, sebenarnya PSRP ini sudah dibatalkan MK, tetapi selalu dipakai dalam pelaksanaan restrukturisasi dan Penjualan PLN (yang terakhir bernama Program Transformasi ) PLN.

Akibat nya, saat ini asset PLN sudah nyaris habis. Hanya asset PLN Luar Jawa – Bali saja yang relatif masih utuh . Namun perlu diketahui bahwa asset kelistrikan Luar Jawa – Bal ini hanya 15% dari kelistrikan secara Nasional.

Yang di Jawa – Bali , PLN hanya mengoperasikan kurang dari 3.000 MW Pembangkit (atau dibawah 10% yang dibutuhkan di Jawa-Bali) serta jaringan Transmisi dan Distribusi saja.

Aneh…kan ? Naskah Akademik (PSRP) yang sudah dibatalkan MK baik dalam putusan MK No. 001-021-022/PUU-I/2003 tgl 15 Desember 2004 serta putusan MK No 111/PUU-XIII/2015 tgl 14 Desember 2016 masih dipakai dalam program Transformasi PLN ?

Terakhir, ajian “Rowo Rontek” Kelistrikan bernama PSRP ini dipakai sebagai dasar Kebijakan Pembentukan Subholding PLN untuk Pembangkit dan Distribusi PLN !

Sedangkan Subholding Transmisi Jawa – Bali di tengarai baru akan dibentuk di akhir kekuasaan Rezim Jokowi ( baik ketika bisa di perpanjang maupun tidak). Karena pembentukan Subholding Transmisi ini akan dilakukan secara paralel dengan pemisahan PLN P2B (Pusat Pengatur Beban) menjadi Lembaga Independent yang berfungsi sebagai :

1. Pengatur System Kelistrikan Jawa-Bali.
2. Pengatur Pasar Kelistrikan Jawa – Bali.

Setelah itu (sesuai komitmen dari LOI 31 Oktober 1997) Pemerintah akan melepas Kelistrikan Jawa-Bali. Kemudian PLN Jawa-Bali secara resmi akan dibubarkan. Selanjutnya Jawa-Bali akan berlaku mekanisme kompetisi penuh atau MBMS ( Multy Buyer and Multy Seller ) System , dan tarip listrik dipastikan akan “melejit” !

Sedangkan PLN Luar Jawa-Bali untuk sementara akan dibentuk Perusahaan Listrik Wilayah (PLW) yang selanjutnya akan diserahkan ke PEMDA !

KESIMPULAN :

Itulah akibat aji “Rowo Rontek” Ketenagalistrikan itu ! Namun itupun tidak akan berjalan tanpa dorongan dari para oknum “Peng Peng” semacam JK, Dahlan Iskan, Luhut BP dan Erick Tohir.

Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn !!

JAKARTA, 8 MARET 2022.