Sang Kandidat (1)

520
Imam Wahyudi, wartawan senior /ist

Oleh Imam Wahyudi (iW)

ANIES Baswedan memilih terus berkinerja dengan karya nyata. Ketimbang meladeni “bully” yang tak presisi. Anies tampak tegar. Tak unjuk gentar. Senantiasa santun dan bersahaja. Lontaran kritik cenderung dengki, justru menginspirasi dan memompa motivasi. Anies, sosok “jawara” demi Jakarta.

Serbalintas memaknai sosok Anies Baswedan. Betapa seperlunya dan apa adanya. Langkah mengumbar berkah. Bagi umumnya warga Jakarta. Gilirannya, menuai pesona nusantara. Hari-hari ini, tak terasa menjelang akhir jabatan gubernur. Lima tahun memimpin tata-kelola ibu kota negara. Unjuk berjaya. Cukuplah lewat cerita dan berita soal hasil kerjanya. Kini, giliran dan saatnya bicara tentang Anies dan negeri tercinta Indonesia.

Harapan Indonesia adalah Anies Baswedan. Anies Baswedan adalah harapan Indonesia. Meminjam model slogan masa lalu. Rasanya tak berlebihan. Tak hendak mengada-ada. Kiranya pula, seirama gaung suara di persada.

Penulis ingin menjadi bagian pertama gelombang pro Anies Baswedan. Lewat catatan ringan (caring) tanpa harus mengerjitkan dahi. Narasi tiga alenia di atas, mestinya cukup sebagai argumen. Tentu, di luar zig-zag politik yang lumrah terjadi. Toh, kelak menjadi keputusan politik. Perihal calon kandidat Presiden RI periode anyar.

Layaknya pemilihan presiden secara demokratis. Di negara besar bernama Indonesia. Negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan luas wilayah garis pantai 54.716 km. Berpenduduk lebih 273,8 juta jiwa, kaya budaya dan kemajemukan. Demi Indonesia Merdeka yang Berkemajuan. Daripadanya dibutuhkan pemimpin visioner dan kapabelitas mumpuni. Presiden sebagai kepala negara, sekaligus kepala pemerintahan.

Haruslah memadai Ikhwal “Bibit Bebet Bobot”. Bab latar kandidat, tingkat kemampuan serta kualitas kepribadian dan pencapaian. Tiga hal kriteria umum dalam perjodohan. Serupa alat kalibrasi guna menentukan calon menantu yang baik bagi. Harapan kelola rumah tangga pun seperti itu. Apalagi kebutuhan negara dan bangsa.

Prasyarat “Bibit Bebet Bobot” sudah cukup dimiliki sosok Anies Baswedan. Serupa bekal “fit and proper test”. Dia layak dan punya kepatutan. Tak sulit mengakses dan beroleh info seputar itu. Tapak jejak sang kandidat yang mengalir cair. Menyejukkan.*
(bersambung)

*) Wartawan senior di Bandung.