DISANDINGKAN DENGAN SANDAL JEPIT PUN TOKOH INI (ANIES BASWEDAN) BAKAL JADI PRESIDEN 2024 (Bagian 2)

0
186
Anies Baswedan/IST

OLEH AENDRA MEDITA KARTADIPURA *)

Pada bagian 1 tulisan saya jelas bahwa jika saja akan ada agenda yang akhirnya akan mengalnggar kontitusi makan tiga periode terus digulirkan, namun tolakannya makin panas bahkan kini katanya sedang adu big data. 

Big data yang akhirnya bahkan jadi bikin kaget sejumlah lembaga survei, tapi big data itu juga dipertanyakan. Bahkan menjadi pertanyaan besar? Jadi silakan saja yang adu big data….

Tapi semoga saja wa3 periode ini dipastikan banyak di tolak, meki ada sebuah media menulis dengan menyebut info A1. Bagi saya tetap itu melanggar konstitusi. Jadi jelas jika sepakat 3 periode apapun alasannya itu perberbuatan  jahat untuk melanggengkan kekuasaan. Semoga sadarlah dan juga jangan bicara dibalik amandemen 1945. 

Ayolah kini saatnya kita harus lebih bagun kekuatan nilai luhur dan martabat bangsa. Jadi jangan banyak rekayasa kontitusi. 

Kembali ke tokoh kita sesuai janji bahwa BAKAL JADI PRESIDEN 2024 jelas nampak kasat mata. 

Soal ini saya langusng sebut saja tokoh kita ini adalah Anies Baswedan pada tulisan bagian 1 tulisan saja di komentari Yusuf Blegur tokoh aktivis 98, yang mengomentari tulisan saya sebagai berikut:  Aendra Medita Kartadipura seorang jurnalis nasional, menulis “Disandingkan Dengan Sandal Jepit pun, Tokoh Ini Akan Jadi Presiden 2024”. Sebuah pernyataan yang cukup menggelitik. Pastinya ada rasionalisasinya meski politik itu tidak selalu matematis. Entah jumawa atau memang masuk akal. Lepas akurat atau tidaknya, publik perlu tahu deskripsi dari jurnalis senior itu. 

“Dari sekian banyak bakal capres 2024 yang bertebaran, publik memang tidak ada banyak pilihan. Maksudnya selain popularitas, rakyat hanya disuguhkan figur-figur yang diproduksi oleh sebuah sistem politik yang menumpang pada demokrasi kapitalistik yang transaksional. Mekanisme pemilu yang digerakkan oleh konsep liberalisasi dan sekulerisasi, tak ubahnya menjadi industri demokrasi. Proses menuju kekuasaan dan melahirkan kepemimpinan yang layaknya jual beli suara rakyat. Kriteria seorang capres tak mesti lagi diukur dari kapasitas, akuntabilitas dan integritas nya. Lebih penting dan menarik bagaimana figurnya terkenal, banyak harta dan sering tebar pesona. Betapapun sesungguhnya capres itu dipenuhi skandal korupsi atau anasir-anasir kejahatan negara sekalipun,”tulis Yusuf 

Ia juga dan menunggu tulisan bagian ke 2. “Kita tinggal ikuti saja pemaparan tuntasnya,” lanjut Yusuf.

Tak hanya Yusuf banyak yang japri ke saya bahwa apa saja alasannya menulis soal Anies dan Sendal Jepit?

Baiklah ini alasanya: Meski Tokoh ini (Anies) saat ini msih kerja sebagai kepala dearah DKI Jakarta (Gudbener) maka ia sedang jadi sorotan. Gudbener rasa presiden padahal belum jadi Presiden. Dengan begitu maka jejak langkah jelas. Ada cela? Tak ada bagi saya. Bagi yang benci Gudbener ini banyak celanya. Tapi abaikan saja toh ia memang kerja keras, bukan keras-keraskan kerja tanpa tanda yang hakiki. 

Anies Baswedan tokoh ini adalah tak terbendung. Kuat dan piawai, jadi jika untuk menuju red carpet ke Istana ia hanya aka terjegal oleh:

  1. Ia dihalau oleh partai-partai untuk ikut Pilpres. Alasan ini sederhana tapi ini mudah ditepis karena saat ini ada sejumlah partai yang mulai intip-intip.  
  2. Jika lolos ikut kandidat di Pilpres yang mengagalkan adalah kecurangan. Tapi kecurangan akan segera dikalahkan, karena banyak celah yang sudah tergambar jika memang akan curang. Mungkin saja ada tapi lihat nanti kecurangan itu hanya sesaat tapi kejujuran akan abadi. “Hati-hati dengan penyelanggaraan Pemilu”. 
  3. Soal pasangan politik dagang sapi. Ini soal politik dagang sapi umumnya main dalam pemilu. Dan semoga ini bisa tergerus karena pemilih kita sudah cerdas. Cerdas asli bukan lagi yang mau di adu domba.

Sebenarnya 3 dulu saja yang ingin disampaikan ini sebagai sarat yang akan mengganjal tokoh ini. Tapi jika diungkap kemudian ada lembaran panjang. Jadi pada bagian 2 ini jelas subtansi pokok dari akan tak mudah dibendung tokoh ini (Anies) karena. Ia jelas punya reputasi yang unggul. Ia mumpuni, ia yang dirindu kini. Dan bukan sekadar wacana ia lebih nyata dari mimpi pemimpin masa depan yang berkelas. Dan reputasi ini pastinya akan terjaga dengan cara dia. Cara baik dalam politik komunikasi ia sebagai sosok pemimpin saat ini tanpa harus lagi cari-cari dan dicari-cari pilihan itu dia, absolut adalah yang diidamkan rakyat saat ini.

Untuk itu maka harus lebih yakin para pendukungnya yang saat ini makin banyak saja relawan di sejumlah tanah nusantara ini bermunculan mendukung tokoh ini (Anies Baswedan) sehingga untuk menjadi semua itu saya akan dibahas dibagian 3 tentang brand reputition tokoh ini sehingga jadi dan akan memimpin bangsa yang makmur ini.     

BERSAMBUNG…….

Penulis adalah anggota Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesoia (PKKPI)