In Memorial Prof. Dr. Asep Warlan

295
Prof Asep Warlan Yusuf, Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan/ist

By Syafril Sjofyan *)

Kabar Duka, Guru Besar Unpar Asep Warlan meninggal dunia kemaren (15/3/22), duka buat masyarakat Jawa Barat, karena beliau adalah tokoh pemikir, cendikiawan, akademikus yang cerdas dan kritis, yang selalu dibutuhkan pemikirannya di kalangan eksekutif dan legislatif serta masyarakat/ ormas Jawa Barat, bahkan ditingkat nasional.

Suatu hari saya janjian di Gedung Pasca Sarjana Unpar. di Jl. Merdeka. Bandung. Menunggu diruang tunggu. Sebelumnya saya sudah ditelpon. Prof. Asep selalu memulai dengan kata, “yang baik” setelah penyebutan nama. Bahwa beliau agak terlambat, memohon maaf. Ketika sudah ketemu beliau juga menyapa saya Pak Syafril “yang baik” diulang lagi mohon maaf karena telat. Beliau sangat tawadhu’ mempunyai watak rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, dan merendahkan diri.

Begitulah penampilan Prof Asep Warlan yang tidak pernah saya lupakan, padahal kehadiran saya adalah meminta pandangan beliau terhadap persoalan kebangsaan. Jika mendengar penjelasan beliau saya tidak akan menyiapkan alat tulis, saya menggunakan rekaman. Karena penjelasan yang mengalir yang runut, lengkap dan terinci, tidak mungkin saya tulis. Karena saya tidak belajar steno cepat.

Saya mengenal Prof Asep Warlan, sejak tahun 1998. Sering ketemu dalam acara diskusi. Ketika saya dan teman-teman aktivis 77-78 membentuk Bapertal (Badan Pengawas Reformasi Total) setelah mundurnya Soeharto tahun 1998, sering meminta beliau sebagai salah satu nara sumber. Ketika saya menjadi salah satu Presidium Bapertal tahun 2000, beliau menawarkan kepada saya kampus Fakultas Hukum Unpar sebagai tempat mengadakan seminar/diskusi. Beberapa kali kami menyelenggarakan kegiatan melalui fasilitasi Dr. Asep, jadi bantuan beliau tidak saja pemikiran akan tetapi juga fasilitas tempat.

Perkenalan yang berjalan sangat baik dari berbagai kegiatan diskusi. Kegiatan intensif setelah bersama bergabung dalam Forum Komunikas Patriot Peduli Bangsa (FKP2B), beliau sebagai salah satu Dewan Pakar, saya sebagai Sekjen. Berkomunikasi dengan beliau sangat mudah baik melalui WA maupun telepon. Sesibuk-sibuknya beliau selalu memberikan jawaban, dan sering hadir dalam diskusi pembahasan permasalahan bangsa, kecuali jika jadwalnya bentrok dengan waktu mengajar, Prof Asep meminta maaf tidak bisa hadir.

Terakhir adalah pemikiran beliau dan kawan-kawan FKP2B dituangkan dalam rumusan tentang penolakan RUU BPIP yang sangat konperhensif, yang disampaikan kepada berbagai pihak. Salah satu yang sangat terkesan Prof. Dr. Asep Warlan selalu kritis dan tajam dalam merumuskan narasi substansial dalam kesimpulan kajian dari FKP2B, walaupun pada waktu bersamaan beliau juga sedang ditunjuk dalam tim kajian oleh pemerintah maupun DPR-RI.

Saya belakangan karena kesibukan jarang bertemu, terakhir bertemu ketika peluncuran buku M. Rizal Fadillah saya sebagai moderator, Prof Dr. Asep Warlan sebagai salah satu nara sumber. Ketika 19 Februari saya dinyatakan positip Covid dan isoman, sehari setelah itu melalui medsos saya dapatkan berita dan foto beliau dirawat di Rumah Sakit. Selamat jalan sahabat, kami tetap akan melanjutkan semangat dan butiran mutiara pemikiran Profesor yang telah kami rumuskan tetap akan kami perjuangkan.

Saya berdoa semoga kebaikan Prof Dr. Asep Warlan serta ibadahnya diterima oleh Allah SWT dilapangan di alam kubur serta keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan. Aamiin. Kami percaya semua hasil pemikiran beliau yang diberikan merupakan karya baktinya buat bangsa, negara dan agama.

Bandung, 16 Maret 2022
*) Sekjen FKP2B dan Aktivis Pergerakan 77-78