Gde Siriana, Komite Eksekutif KAMI:LBP Keblinger Soal Konstitusi

0
190

JAKARTASATU.COM – Pertama, LBP keblinger soal konstitusi, “Masa jabatan presiden ya sudah ditentukan 2 periode, 2×5 tahun. TITIK! Jadi jika pada waktunya Jokowi gak mau turun, ya rakyat yang akan turunkan!,”seru Gde Siriana, Komite Eksekutif KAMI ke pada Redaksi Kamis, 17 Maret 2022.

Alasan kedua, Pilpres sebagai bagian dari pembangunan demokrasi harus diselenggarakan demi lahirnya pemerintahan yang demokratis. Setiap Pilpres dan Pileg adalah harapan baru masyarakat terhadap masa depan rakyat dan negara, apapun situasinya. Contoh Pemilu pertama 1955 dilakukan saat kondisi ekonomi dan politik tidak kondusif. Tetapi demi lahir pemeirntahan yang demokratis tetap dilakukan pemilu 1954. “ Jadi pernyataan LBP ini menutup harapan rakyat untuk lahirnya pemerintahan yang lebih baik dari hari ini,” lanjutnya.

Ketiga, jika hari ini LBP menggunakan alasan kondisi ekonomi yang masih menghadapi Covid19, ini pun tidak konsisten ketika pemerintah tetap memaksakan Pilkada saat Covid-19 2020, yang banyak diprotes publik.

Jadi pernyataan LBP ini jangan2 diarahkan pada alasan ketidaktersediaan anggaran KPU untuk Pileg & Pilpres, dengan demikian jk KPU menyerah tdk bisa, maka KPU yang akan dijadikan bantalan untuk menunda pemilu.

“SIKAP ngotot LBP ini tentu saja tidak dapat dipisahkan dari presiden, mengingat LBP adalah Menko Senior. Jadi ini ada sandiwara besar dalam konspirasi menghancurkan kedaulatan rakyat,”pungkasnya. (Yoss/Jaksat)