Hari Ini, Rabu Kliwon

0
168
Viva Yoga Mauladi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN): Reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden./ist

DUA pekan lalu, merebak issue “reshuffle” kabinet. Sederet spekulasi pun beredar di ruang publik. Siapa gerangan akan diganti? Siapa pula kandidat menteri baru? Santer, PAN bakal beroleh satu menteri dan satu wakil menteri.

Sinyal itu cukup kuat. Bahwa agenda “reshuffle” itu ada. Sejumlah narasi pun muncul. Ada yang berpendapat sebagai lumrah. PAN bagian dari koalisi pemerintah. Belum beroleh portofolio di jajaran kementerian. Ada juga pandangan, sejurus hak prerogatif presiden.

Kabar di langit Jakarta itu pun memuncak pada hari Rabu, 23 Maret 2022. Bertepatan Rabu Pon, dalam penanggalan Jawa. Tradisi pula. Bahwa Presiden Jokowi akan mengumumkan perombakan kabinetnya. Itu dikaitkan “hari istimewa” (baca: Rabu) yang kerap dijadikan rujukan. Sebelumnya, sejumlah keputusan presiden (selalu) dirilis pada hari Rabu. Lantas, ada embel-embel hari “pasaran” tadi.

Delalah, pada Rabu Pon itu — Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Negara. Diduga bersesuaian issue di atas. Lumayan kencang spekulasi soal “reshuffle” kabinet. Menghangat sepanjang hari Rabu. Menjelang senja, tak sehangat siang hari. Semilir angin, sepoi-sepoi. Tak ada pengumuman “khas” Rabu Pon.

Spasi waktu pun bergulir. Bagai teka-teki yang diprediksi bakal bertepi. Muncul spekulasi lain soal waktu. Bab “reshuffle” akan dilakukan akhir Maret 2022. Menjelang awal bulan Ramadhan.

***

BAB teka-teki tadi, berlanjut di warung kopi. Hitungan isapan sebatang rokok terakhir. Kali ini, soal hari masehi dan hari “pasaran” yang mentradisi. Itu tadi, pilihan hari Rabu. Plus hari “pasaran”nya. Tak kurang empat kali, Presiden Jokowi membuat suatu keputusan — selalu pada hari Rabu. Utamanya soal “reshuffle” kabinet. Nyatanya, tak selalu Rabu Pon — sesuai “weton” atau hari kelahiran Jokowi (Rabu Pon -pen), 21 Juni 1961.

Harinya sama, yakni Rabu. Tapi pilihan hari “pasaran” tak selalu Pon. Pernah pada Rabu Pahing. Tercatat pada perombakan pertama 12 Agustus 2015. Selanjutnya 27 Juli 2016. Keduanya hari Rabu Pon. Berikut, 17 Januari 2018 dan 15 Agustus 2018 masing-masing bertepatan Rabu Pahing. Ada lima hari “pasaran”. Meliputi Pahing, Wage, Kliwon, Pon dan Legi.

Tak hendak membahas aspek tradisi dan maknawi. Hakikatnya, semua hari bersifat universal. Dalam konteks tradisi pun senantiasa terkandung kelebihan dan kekurangan. Rabu Pon, konon menginspirasi bertindak hati-hati. Sifat “lakuning” rembulan atau layaknya bulan. Rabu Pahing layaknya “banyu” (air), selalu teduh dan menenangkan. Rujukannya lebih pada hari yang sama, yakni Rabu. Tak selalu sama hari “pasaran”nya. Bila itu adanya, maka hari ini — Rabu, sangat mungkin — hadir maklumat istana.

Rabu ini, 30 Maret 2022 — dengan hari “pasaran” Kliwon. Layaknya “srengenge” atau matahari. Bisa jadi, penghuni anyar kabinet berasal dari parpol berlambang matahari. Sekali lagi, bukan Rabu Pon. Sebutlah serupa “petunjuk arah”. Karenanya, mungkin saja belum akan menjawab teka-teki.

Dinamika dan waktu masih berlanjut. Bergeser. Tak serta-merta akhir bulan ini. Itulah bagian dari hak prerogatif presiden. Bila “perubahan” waktu terjadi, mungkin saja — ada pertimbangan subyektif. Tak kecuali soal momentum. Maka teka-teki “reshuffle” tak sekencang pekan lalu. Hari Rabu yang mentradisi, bakal berlalu. Utamanya Rabu Pon.

Hari Rabu Pon berikutnya jatuh pada 27 April 2022. Itu yang terdekat. Pekan akhir bulan Ramadhan, jelang lebaran. Rabu dan Rabu yang ditunggu. Sebaiknya, menyambut tiba bulan Ramadhan — lebih dulu. Tak perlu “kesusu”. _Marhaban, Ya Ramadhan_.

Imam Wahyudi
Wartawan senior di Bandung