Ah Anies, Lagi-Lagi Bikin Cemburu

436
Anies Baswedan bersama Istri di Pulau Sebira/ist

Ah Anies, Lagi-Lagi Bikin Cemburu

Ah … lagi lagi Anies, ada apa sih dengan Anies, kok semua orang terkagum-kagum sama Anies. Ketemu emak-emak di pasar, emak-emak nya histeris, emang Anies itu seperti apa penampilannya. Bikin semua orang tergila-gila dan kagum. Bagi pasangan Anies, ini bisa bikin cemburu.

Dua kali Anies datang di event yang diadakan Jokowi, bukan Jokowi yang dapat sambutan meriah, tapi justru Anies lah yang mendapatkan sambutan meriah, mulai tegur sapah sampai ajakkan berfoto bersama. Konon ini kemudian membuat Jokowi mempersingkat kegiatannya.

Ketika terjadi penyatuan tanah dan air dalam acara Kendi Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Sambutan terhadap Anies sangat luar biasa, di Bandara Balikpapan.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Anies yang mengenakan kemeja kotak-kotak bewarna biru disambut oleh puluhan orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa diantaranya bahkan minta foto bersama dengan Gubernur kelahiran 7 Mei tahun 1969 ini.

“Pak Anies foto, foto”, Aniespun dengan kebiasaannya santun dan selalu senyum melayani mereka.

Nampaknya sambutan seperti inilah yang kemudian menimbulkan kecemburuan berat. Adalah Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, saking ” Cinta beratnya” Terhadap Anies, iapaun tak kuat menahan rasa cemburunya. Namanya orang cemburu, kadang akal budi dan nuraninya agak terganggu, sehingga kadang tak mampu melihat kebaikan Anies, cenderung menjadikan apa yang dilakukan Anies salah semua. Namanya cemburu ya begitulah. Kadang akal sehat tak berguna.

Adalagi dukun dari Medan, Ki Bedul Sakti, sama seperti Gembong Warsono, yang katanya sakti ternyata tak sakti. Tak mampu mengerahkan sekawanan Jin untuk mengantisipasi gangguan pelaksanaan kegiatan di IKN, akibatnya Gubernur Sulteng usai mengikuti ritual penyatuan tanah dan air ke dalam Kendi Nusantara di titik nol ibu kota negara (IKN). Gubernur Sulteng Rudi Masturi pingsan karena teriknya cuaca saat ritual tersebut. Akibatnya Bedulpun mencari kambing hitam akibat rasa cemburunya. Anieslah yang menjadi sasaran kecemburuannya.

Belum berselang lama para pencemburu berat Anies diaduk-aduk perasaannya, Jokowi bikin event lagi MottoGP 2022 di Mandalika, Lombok Timur, NTB. Anies hadir sebagai penonton yang membeli tiket. Kedatangan Anies tanpa prosesi acara sebagaimana rombongan Presiden Jokowi.

Namun kedatangan Anies terendus oleh warga, sehingga kedatangannya di elu-elukan oleh warga.

“Gubernur DKI Jakarta itu disambut luar biasa saat menonton MotoGP di Mandalika, Anies dielu-elukan masyarakat dan diteriaki presiden”

“Masyarakat di Mandalika mengelukan Anies karena menilai Anies memang layak menjadi presiden. Kelayakan itu dinilai oleh masyarakat berdasarkan kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta,” kata Jamil panggilan akrab Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga.

Bahkan Jamil pun menyimpulkan bahwa Anies tidak hanya diterima dikalangan bawah, Anies sudah mulai bisa diterima oleh kalangan menengah keatas.

Aniespun menjadi sasaran kecemburuan para penggemar beratnya. Anies dicari lagi kesalahannya. Akibat hujan deras disekitar sirkuit, lagi-lagi Anies yang disalahkan. Padahal mestinya itu tugas Mbak Rara pawang hujan yang dibayar mahal. Lagi-lagi akal sehat tak berfungsi ketika perasaan cemburu dibiarkan buta. Anies sebagai penonton seharusnya mendapatkan fasilitas nonton yang baik dan nyaman tanpa ada hujan, sementara si pawang yang dibayar untuk memindahkan hujan, justru Anies lah yang dianggap penyebabnya.

Masyarakatpun abai dengan kecemburuan itu, bahkan dalam acara makan malamnya di sebuah rumah makan di Lombok, Anies mendapat sambutan yang meriah dan luar biasa. Sambutan ini semakin menambah berguncang nya hati dan akal sehat para pencemburu.

Anies ibarat gadis cantik meminjam istilah kawan Ady Amar. Meski tanpa make up dan polesan, Anies sudah cantik dan menarik siapapun. Anies ibarat cerita sang peri Cinderella. Meski Cinderella diperlakukan tidak baik oleh ibu tirinya dan dua orang saudara perempuannya, Cinderella menghadapinya dengan santun dan tutur kata yang lembut.

Cinderella tetap bekerja membantu orang tua tirinya dengan baik. Cinderella tetap kelihatan cantik dan menarik.

Suatu saat sang raja ingin mencarikan pasangan untuk putranya, maka berlomba-lombalah seluruh gadis dipelosok negeri bersolek agar menarik sang pangeran, tak terkecuali dua saudara tiri Cinderella.

Dalam keheningan malam, nampaknya tangan-tangan Tuhan pun bekerja untuk Cinderella. Kesedrhanaan dan kesantunan yang dimiliki, menjadi daya tarik yang luar biasa bagi sang pangeran. Pada akhirnya Cinderella lah yang terpilih menjadi permaisuri sang Pangeran.

“Kecantikan Anies” di Jakarta Berupa kesantunan, apa adanya, sederhana, banyak prestasi dituntaskan, minim Janji banyak bukti, nampaknya terdengar di seluruh Indonesia bahkan sampai dipelosok – pelosok kampung dan desa. Perilaku Anies banyak memikat siapapun yang dekat dengannya. Inilah yang kemudian menyebabkan orang-orang yang berkepentingan menuju Jakarta dan merasa dekat dengan Jokowi menaruh cemburu buta dan berat kepadanya. Mereka takut Anies lah yang akan dipilih Jokowi untuk menggantikan memasuki istana.

Cemburu berat kalangan istana tentu sangat beralasan, yang jelas pertama karena ketidak mampuan mempengaruhi pikiran rakyat dan hal-hal buruk yang mereka pertontonkan. Hati nurani dan akal sehat rakyat mulai melihat kepura-puraan dan kebusukan kalangan istana oligarki dan pejabat serakah dan rakus yang berselingkuh.

Memanipulasi suara warga dengan kebohongan besar yang katanya warga setuju dengan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan yang jelas-jelas melanggar konstitusi.

Apalagi yang terakhir memobilisir kepala desa yang tergabung asosias pemerintahan desa seluruh Indonesia, yang belakangan tidak diakui oleh menkumham dan mendagri, bahkan dibantah oleh lembaga asli yang berbadan hukum dan terdaftar di kemendagri serta Ketua sah nya.

Cara-cara ini merupakan cara-cara yang pernah dipraktikkan Orde Baru, yang mengkhianati Reformasi. Mereka tak malu melakukan itu, meski para aktivitis yang dulu terlibat dalam gerakan itu masih ada semua.

Praktik kotor dan culas inilah yang menyebabkan mereka panik dan ketakutan, kalau Anies kelak seperti Cinderella memasuki istana.

Sebagai gadis cantik, Anies tak perlu bersolek berlebih, Anies cukup lakukan apa saja yang menjadi kebiasaannya. Anies tak perlu berpura-pura seperti calon ambisius yang lainnya. Setiap datang ke sebuah tempat selalu uang dan kepalsuan yang disajikan. Tak ada prestasi kecuali memanipulasi perasaan rakyat.

Anies tetaplah santun dan bersahaja, senyum dan menghormati semua, tetap bekerja dalam kesederhanaan dan membuktikan janji – janji yang pernah diucapkan. Karena itulah kecantikan dan daya tariknya.

Jakarta Internasional Stadium ( JIS), Formula E, Pemberian sertifikat IMB kepada 1000 kepala keluarga di Jakarta Utara, Reklamasi Pantai Jakarta akibat membela Nelayan, Mempersolek wajah Jakarta dengan mengangkat dimensi kemanusiaan, kepedulian terhadap perubahan iklim, hingga dalam waktu 2 menit mampu kebijakan PBB agar semua negara saling terliba, Pemberian bantuan operasional untuk rumah ibadah dan sederatan prestasi yang tidak bisa disebutkan satu persatu, itu semua membuktikan bahwa Anies memang tidak hanya cantik diluar tapi Anies juga cantik didalam. Ibarat kecantikan, Anies adalah sosok gadis cantik yang sempurna.

Rumah Anies pendopo juga menambah penampilan Anies yang cantik, Anies mampu memaksimalkan rumah tidak hanya sebagai rumah tinggal, tapi juga rumah bersama warga, melalui pendopo Anies hadirkan keadilan, kebersamaan dan perdamaian.

Ah…..Tak ada habis-habisnya membincang prestasi Anies dan kecantikan Anies untuk menjadikan Jakarta sebagai daya tarik warga yang lainnya. Semakin dibincang akan semakin membuat orang lain cemburu, meski kita juga masih percaya bahwa cemburu itu tanda cinta.

Semoga tahun 2024 rasa cinta itu menyatu kepada Anies, rasa cinta dari para pencemburu berat Anies, rasa cinta Jokowi dan rasa cinta dari seluruh rakyat Indonesia untuk Indonesia lebih baik, Indonesia yang damai, adil dan mensejahterakan.

Surabaya, 5 April 2022

Isa Ansori
Kolumnis