Kenapa Begitu Bergeser Pemberitaannya

0
202
Aksi Mahasiswa di Gedung DPR RI pada 11 April 2022/JAKARTASATU.COM

CATATAN AKSI MAHASISWA 11 APRIL 2022

OLEH AENDRA MEDITA*)

SAYA merasa prihatin atas pemberitaan saat ini. Terkait sejumlah yang kini makin marak ke daerah malah. Menyusul aksi mahasiswa yang demo pada 11 April 2022 di DPR. Dunia media kita khususnya medsos masif digeser seolah menjadi kasus AA yang muncul lebih menonjol. Jujur saya tak akan bahas kasus AA. Silakan prosesnya sedang berlangsung oleh Polri, katanya akan belikan lagi celana Aa beli diperlukan.

Aksi Mahasiswa di Gedung DPR RI pada 11 April 2022/JAKARTASATU.COM

Banyak media asing tak peduli kasus itu mungkin saya juga tak akan bahas kasus itu. Saya sebagai jurnalis hadir di lokasi, saya juga menyaksikan bagaimana ribuan mahasiswa di depan Gedung Wakil Rakyat yang pagarnya megah dan kokoh sempat digoyang-goyangkan dengan kuat oleh mahasiswa. Yang terbayang kebayang oleh saya wah ini bisa seperti 1998, yang jika saja pintu Gedung DPR RI jebol ribuan mahasiswa itu masuk dengan cepat. Tapi sang orator mahasiswa ambil alih langkah dan mungkin ada kordinasi juga bahwa beberapa wakil DPR akan menyambut mahasiswa dengan naik ke mimbar mobil orasi mahasiswa berwarna merah itu. Ya benar yang datang adalah pimpinan DPR RI yang diwakili oleh Sufmi Dasco Ahmad, Rahmat Gobel, dan Lodewijk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui mahasiswa dan berjanji akan mengakomodir serta mengawal tuntutan BEM SI ke pemerintah.

Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, diteriakna “Kita akan kawal kita akan monitor, kalau tidak tersampaikan aspirasi ini maka akan ada gelombang-gelombang aksi selanjutnya yang lebih besar. Sepakat kawan-kawan?” teriak Ketua BEM SI Kaharuddin dalam orasinya diatas mimbar itu, (11/4). Masa mahasiswa pun  membalasnya “Sepakaaat,”
Kaharuddin juga mengancam Pimpinan DPR dan Kapolri apabila tidak maksimal dalam mengupayakan tuntutan mahasiswa tersampaikan ke Pemerintah akan mengupayakan reformasi jilid II. Wah ini yang mengerikan jika saja Reformasi jili II, wah tak tahu apa yang terjadi?
Dalam aksi BEM SI ini mereka membawa sejumlah tuntutan antara lain sebagai berikut; Pertama, mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai.
Kedua, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.
Ketiga, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.
Keempat, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

Bergeser Subtansi

Keprihatinan saya kembali pada persoalan bergesernya subtansi pemberitaan saat ini adalah bahwa saya melihat subtansi tuntutan mahasiswa yang dipastikan membela rakyat kenapa media asyik dengan kasus yang muncul bak settingan drama yang gagal. Ada apa semua ini? Sejumlah Media asing saya melihat lebih objektif mereka memberitakan apa yang dilihat dan kenyataan bahwa demo mahasiswa menyoroti bahwa rejim ini disoroti soal biaya pemindahan kota terlalu mahal dan biaya hidup yang meningkat  artinya banyak yang sedang prihatin.

Silakan kilk https://www.rfi.fr/fr/asie-pacifique/20220412-indon%C3%A9sie-de-violentes-manifestations-face-%C3%A0-un-report-%C3%A9ventuel-des-prochaines-%C3%A9lections

Bahkan dua media  Prancis ini menyoroti intinya demo yang penuh kekerasan, media Prancis dengan link ini: https://www.gavroche-thailande.com/indonesie-politique-gaz-lacrymogenes-a-jakarta-pour-disperser-une-manifestation-au-parlement-indonesien/ dan https://www.courrierinternational.com/article/manifestations-les-etudiants-indonesiens-laissent-eclater-leur-colere-face-au-president-widodo

Bahkan bilang malah pelajar yang demo si semprot gas.

Ini juga  https://www.courrierinternational.com/article/manifestations-les-etudiants-indonesiens-laissent-eclater-leur-colere-face-au-president-widodo

Ini sama ya ditulis polisi pake gas air mata, meski memang yang ini media ini mengambil sebagian dari tempo.

Sejauh ini asing tak mengangkat soal berita “pembugilan” apa mungkin tak minat dan terlalu aneh juga kali ya… eh saya juga tak paham.

Baik akhirnya pertanyaan besar kenapa begitu bergeser makna perjuangan mahasiswa yang seharusnya dihargai sebagai sebuah gerakan moral demi mengkritisi jalannya demokrasi dan pesan saya buat pemerintahan hadapi saja kenyataan demo itu bukan malah bikin saingan BEM tandingan Nusantara hehehe. Yang jelas juga apakah kita terlalu robot medsos di tanah air ini sehingga mengeser makna berdemokrasi. Tabik…!!!

Wartawan Jakartasatu.com 

FOTO-FOTO: JAKARTASATU.COM