Al Qur’an dan Ketenangan Jiwa

0
102
K.H. Athian Ali M.Da'i, Lc. M.A./ist

Oleh: K.H. Athian Ali M.Da’i, Lc.,M.A.

Sudah menjadi sunnatulloh, jika berbagai ujian dan cobaan hidup akan senantiasa mewarnai kehidupan manusia.

Ujian-ujian hidup tersebut terkadang cukup menyiksa jiwa seseorang, dengan timbulnya rasa duka-cita, gelisah, resah, sedih dan takut akan hilangnya berbagai kenikmatan duniawi.

Untuk mengatasi berbagai penyakit ruhani tersebut agar tidak menenggelamkan seseorang ke dalam keputusasaan yang dapat mengancam keimanannya (Q.S. Yusuf : 87) maka sangatlah menarik untuk disimak dan dihayati apa yang pernah diungkapkan oleh saidina  *Ja’far Ash Shodiq, r.a* salah seorang dari ahlul bait Rasululloh SAW, yang dikenal sangat dalam pemahamannya terhadap makna dan hakikat yang tersurat maupun yang tersirat dalam Al Qur’an.

Beliau di antaranya pernah menyatakan : “Saya merasa heran terhadap orang yang tersiksa dirinya oleh rasa takut, mengapa dia tidak berupaya mengatasi rasa takutnya dengan membaca dan menghayati firman Alloh SWT: *Cukuplah Alloh menjadi penolong kami, dan Alloh adalah sebaik-baik pelindung* (Q.S. Ali lmraan 173) dimana Alloh SWT kemudian berfirman : *Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Alloh, mereka tidak mendapat bencana apa-apa* (Q.S. Ali lmraan 174) Saya juga merasa heran kepada orang yang ditimpa penyakit dan berbagai bentuk malapetaka lainnya, mengapa dia tidak segera menyimak firman Alloh SWT: *(Ya Alloh) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang* (Q.S. Al Anbiyaa 83) dimana kemudian Alloh SWT berfirman : *Maka Kami pun memperkenankan seruannya iłu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya*, (Q.S. Al Anbiyaa : 84).
Saya pun heran kepada orang yang ditimpa rasa duka-cita, mengapa dia tidak segera mengingatkan dirinya kepada firman Alloh SWT : *Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim*, (Q.S. Al Anbiyaa : 87) dimana kemudian Alloh SWT berfirman: *Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman*, (Q.S. Al Anbiyaa : 88)

Saya merasa lebih heran lagi terhadap orang yang cemas, gelisah dan khawatir akan kejahatan dan tipu daya orang lain, mengapa dia tidak segera membaca firman Alloh SWT : *Dan aku menyerahkan urusanku kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya*, (Q.S. Ghafir : 44) di mana kemudian Alloh SWT berfirman: *Maka Alloh memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka*, (Q.S. Ghafir : 45)
Ungkapan *Ja’far Ash Shodiq r.a* dengan mengutip beberapa ayat firman Alloh SWT tersebut di atas, kiranya sudah cukup mengantarkan kita kepada keyakinan, bahwasanya, selama kita sudah berupaya optimal menempuh kehidupan di jalan yang diridhoi Alloh SWT, maka kita harus haqqul yakin, jika Alloh SWT pasti bersama kita, dimana dengan kemahakuasaan, insya Allah kita pasti berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedang kita hadapi.

Mari kita simak dan camkan, kisah Rasululloh SAW bersama Abu Bakr Ash Shiddiq ra, ketika mereka berdua berada di dalam gua Tsur, bersembunyi dari upaya orang-orang musyrik yang bermaksud membunuhnya. Ketika beberapa di antara orang-orang kafir sudah berada di mulut gua, maka Abu Bakr yang saat itu sangat khawatir akan keselamatan Rasululloh SAW pun berujar : *Jika saja mereka membungkukkan diri melihat ke dalam gua, niscaya mereka akan melihat dan menemukan kita* Pernyataan yang sangat logis ini segera ditanggapi Rasululloh SAW dengan penuh keimanan sekaligus menenangkan sahabatnya tersebut dengan menyatakan : *Bagaimana menurut pandanganmu dengan dua orang, sementara yang ketiganya adalah Alloh SWT?*.
Ungkapan senada diabadikan Alloh SWT lewat firman-Nya : *Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Alloh beserta kita* ”, (Q.S. At Taubah 40).
Mari terus berupaya ‘ *bertaqarrub*’ mendekatkan diri – kepada Alloh SWT dengan menjalani syariat-Nya, agar
Alloh SWT senantiasa dekat bersama kita, lebih dekat dari dekatnya kita dengan urat leher kita sendiri (Q.S. Qaaf : 16) agar kita senantiasa mampu mengatasi permasalahan hidup yang kita hadapi selama ini. Semoga.