Partai Mahasiswa Indonesia

0
126

Terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia yang sudah disahkan keberadaan nya oleh Kemenkumham jika di tinjau dari konstitusi dalam kebebasan berserikat /berorganisasi dan mengeluarkan pendapat tidak masalah .
Partai Mahasiswa ini terbentuk dari latar belakang Mahasiswa yang tidak punya ruh rakyat ,sehingga mencari jalan praksis menuju kekuasaan tanpa kualitas

Ruh rakyat yang dimaksud ialah ketika Mahasiswa dengan intens live in(turun ke bawah ) mengadvokasi /pendampingan non litigasi terhadap kasus -kasus rakyat ,misalnya penggusuran ,perampasan tanah oleh pengembang properti ,dll.
Berkuasa tidak haram ,yang menjadi persoalan ketika individu -individu yang “konak” kekuasaan hanya gunakan jargon : Untuk Rakyat .Jargor-jargon “Untuk Rakyat ” selalu digunakan oleh Partai Politik ketika musim Pemilu Presiden dan Anggota DPR RI ,DPRD Tingkat I dan II.
Saya mengistilahkan jargon musiman itu kegiatan pembodohan .
Pada era tahun 2000 an sampai sekarang harus diakui persentasi Mahasiswa dalam pendampingan kasus-kasus rakyat hanya 2 % dari jumlah Mahasiswa di seluruh Indonesia , Mahasiswa di era sekarang lebih “menTuhankan”gadget untuk sekedar mencari informasi apa yang dialami rakyat ,mereka secara persentasi ogah bersentuhan,berpelukan dengan rakyat yang ditindas ,walau ada yang saya tahu secara Organisasi dan individu Mahasiswa masih mau mendampingi persoalan-persoalan rakyat .
Terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia merupakan penistaan ruh rakyat karena tidak memiliki basis idiologis rakyat yang berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dan keadilan .Partai Mahasiswa Indonesia hanya terbentuk untuk kepentingan pribadi-pribadi dengan syahwat berkuasa yang tinggi .

Anton Aritonang
Ketua Umum Gerakan Nasional 98