HUJAN-nya SATU JAM BANJIRNYA TAK MAU SURUT

0
231

JAKARTASATU.COM — Marpoyan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yang dinilai belum serius dalam menuntaskan permasalahan banjir di Kota Pekanbaru.

Setiap kali hujan deras melanda kota Pekanbaru, sejumlah ruas jalan protokol dipastikan tergenang hingga menyebabkan kemacetan parah. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya?

“Saya rasa itu juga fenomena dari perkembangan kota. Tidak hanya di Pekanbaru saja, kota lainnya juga bila terjadi hujan deras akan berpotensi mengakibatkan banjir atau genangan air,namun tentunya juga ada faktor lebih yang mempengaruhi itu yaitu drainase yang kurang optimal” Ucap, Aditya Prayoga,Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau(UIR).

Di Jalan Kaharudin Nasution,Marpoyan Damai, genangan menyebabkan kemacetan panjang. Apalagi terjadi saat jam sibuk, yaitu di pagi dan sore hari.

Faktor cuaca dan pengaruh perubahan iklim yang memicu musim hujan tidak menentu, tidak bisa disalahkan sepenuhnya melainkan harus disikapi serius oleh pemerintah dengan perencanaan tata kota yang memadai.
Air tidak salah karena mengalir dari tempat tinggi ke yang rendah. pemerintah juga harus sediakan saluran-saluran yang optimal untuk aliran air itu. Kondisi drainase banyak yang tidak optimal di Pekanbaru, contoh ketika hujan dengan durasi tidak lama, air langsung tergenang di beberapa titik dan tak kunjung kering sesuai dengan judul redaksi. Jadi masalah ada di drainase”.

Pemkot Pekanbaru dirasa masih belum tepat sasaran untuk menuntaskan persoalan yang kerap terjadi setiap kali hujan turun. Apalagi, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 menyebutkan bahwa kesehatan, pendidikan, infrastruktur adalah kewajiban mendasar bagi Pemerintah Daerah.

“Walaupun sudah ada upaya baik dalam pembangunan yang dilakukan pemerintah kota(Pemkot) dalam masa jabatan bapak walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus S.T., M.T. Terlebih ini juga sudah mendakati habis masa jabatan sebagai walikota Pekanbaru namun penyelesaian masalah banjir di kota Pekanbaru kiranya perlu juga diberikan aplaus, dan menjadi PR untuk segera diselesaikan yaitu harus ada brain sinergi. Yang mana kewenangan provinsi dan kota untuk bersama-sama mengatasi permasalahan banjir ini agar tidak semakin banyak titik genangan itu dari tahun ke tahun dengan permasalahan yang sama pula,”pungkasnya.

Dengan adanya perhatian dari mahasiswa ini dapat menjadi harapan besar untuk menarik perhatian lebih terhadap Pemerintah Kota(Pemkot) dan juga para mahasiswa-masyarakat untuk koopertaif dalam kondisi lingkungan yang dirasa sangat tidak memberikan rasa nyaman.
(Sahut Masyarakat disekitar lokasi)

Aditya Prayoga
Pekanbaru. Selasa,26 April 2022.