REZIM JOKOWI, KOMBINASI ORLA DAN ORBA ?

0
139
Ahmad Daryoko/IST

Oleh : Ahmad Daryoko

Koordinator INVEST.

Jujur saja kalau kita amati sebenarnya era Jokowi ini merupakan kombinasi antara ORLA dan ORBA.

I. MEWARISI ORLA :

Rezim ini mewarisi karakter ORLA, antara lain :

1. Islam phobia.

Kalau Orla membubarkan Masyumi dan hampir saja HMI, maka era Jokowi membubarkan HTI dan FPI dengan melanggar hukum. Dan menciptakan istilah Islam Radikal/Radikul dst !

2. Bung Karno memang bukan PKI, tetapi “gesture” Komunis dan dukungan ke PKI sangat kentara. Bahkan dengan adanya Nasakom maka memberi “panggung” PKI dan ide pembentukan Angkatan Kelima yang sangat memberi peluang PKI untuk menguasai Indonesia. Dan enam Jenderal AD yang anti Komunis akhirnya diculik dan dikubur di Lobang Buaya melalui G 30 S/PKI. Begitu juga era ini, memang bukan era Komunis, tetapi memberikan “peluang” bangkitnya Komunis dengan diantaranya memberikan peluang ke RRC (dng Partai tunggal di negaranya yaitu Partai Komunis China/PKC), dengan memberikan konsesi pertambangan, proyek kelistrikan dll disertai pengerahan TKA China yang jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan orang.

II. MEWARISI ORBA

1. Menjalankan politik hutang LN. Bedanya kalau Orba ke IFIs group (WB,ADB, IMF dll), sedang Rezim ini lebih condong ke Bank Of China dan ternyata lebih banyak (kalau Orba ke IFIs,sesuai data LOI 31 Oktober 1997 sebesar USD 140 miliar. Sedang Rezim ini ke China sdh lebih dari USD 200 miliar ).

2. Sebagai contoh untuk kelistrikan, melalukan privatisasi/penjualan PLN dengan konsep “The Power Sector Restructuring Program” (yang masih dipakai juga sampai terbitnya UU No 11/2020 ttg Cipta Kerja Cluster Kelistrikan pasal 42 halaman 243).

3. Menyerahkan pengelolaan SDA spt tambang emas, nikkel, Lithium dll (kalau Orba ke AS dll, sedang Rezim ini menyerahkan ke China).

III. DLL

MAGELANG, 30 APRIL 2022.