PARADOKS JOKOWI PUTIH HITAM POLITIK JOKOWI

0
193
Presiden Jokowi bersama Menlu Retno di KRI Imam Bonjol di perairan Natuna/IST

PARADOKS JOKOWI PUTIH HITAM POLITIK JOKOWI

sekarang ini sangat nampak dan dapat dirasakan Jokowi itu nyata pintar dan cerdas, tapi jahat, munafik, dan dzolim.

Kepintarannya digunakan hanya untuk kedzoliman, kecurangan, kemunafikan, kejahatan, kemunkaran dan lain-lain kedurhakaan dimana dia hanya mengedepankan kebusukan politik, bukan ideal dan kebaikannya.

Hari ini Jokowi benar benar tampil menjadi pribadi Pemimpin yang penuh kontroversi bahkan dia telah mampu menampilkan tindakan yang menjadi SIMBOL keangkara murkaan dan NAFSU KEKUASAAN. Jokowi hari ini telah menjadikan dirinya sebagai RAJA di negri ini. Namun, tampilan JOKOWI hari ini sebagai Raja lebih nampak sebagai Raja yang menggunakan tangan tangan kekuasaannya hanya untuk memenuhi kepentingan ambisi bahkan nafsu kekuasaan yang berbanding terbalik dari makna sumpah jabatannya yang seharusnya mengedepankan keutuhan Negara dan kemakmuran Rakyatnya.

Menjelang 8 tahun Jokowi memegang jabatan Presiden R.I. dia tidak pernah tampil dengan keteladananya sebagai Pemimpin Bangsa dan Negara. Sepertinya, Jokowi lebih senang tampil membawakan tangan tangan jahat IBLIS yang ingin merambah Dunia dengan seluruh sifat keiblisannya. JOKOWI sepertinya tidak kenal dan tidak hafal tentang adanya Allah SWT. Dalam tampilannya, bahasa tubuh Jokowi sepertinya tidak mengenal apalagi memahami Allah SWT, yang nampak adalah kemunafikan dan kebohongan, mungkin karena Jokowi adalah seorang ATHEIS yang tidak percaya dan kenal dengan ALLAH SUBHANAHUWA TA’ALA. Jadinya, Jokowi hari ini nampak sebagai pemegang kekuasaan yang mampu menggerakan tangan tangan Iblis yang bisa dan mampu merasuki setiap elemen kehidupan masyarakat dan celah kekuasaan Negara. Bahkan, kalau dia telah mampu menggunakan tangan iblis untuk kejahatannya, sepertinya Jokowi memang telah tampil menjadi Raja Iblis yang bisa memerintah semua iblis di negri ini untuk melakukan kejahatan dan kedzolimannya. Jokowi saat ini mampu melakukan PENCITRAAN dengan baik, sementara kenyataannya adalah tindakan dia ternyata KEBURUKAN bahkan kejahatan. Tampilan kinerja Jokowi seperti ini bisa berjalan baik, diantaranya juga berkat dukungan para BUZZER. Beberapa tokoh masyarakat menyebut Buzzer ini BUZZERUPIAH karena para Buzzer memang dibayar Jokowi dengan jumah rupiah yang besar.

Sebut saja, diawali dengan kebohongan besar pada sa’at hutang luar Negri Indonesia membengkak sampai diatas lima ribu Triliun rupiah, Jokowi dengan senyum menyampaikan bahwa dia memegang uang sebelas ribu triliun rupiah, sejak itulah nampak berbagai kebohongan, kemunafikan, serta kedzoliman lainnya bisa dilihat.
Jokowi bisa tampil tersenyum merintahkan para mentrinya untuk menjaga ketenangan hidup Rakyat dengan pelayanan yang murah dan terjangkau, sementara dibelakang itu kaki tangannya membuat aturan kenaikan tarif yang mencekik menyengsarakan Rakyatnya. Jokowi bisa tampil tegas memimpin rapat Kabinetnya bahwa dia tidak setuju dengan gagasan jabatan Presiden tiga periode, padahal kaki tangannya terus menerus melontarkan isu jabatan Presiden boleh tiga kali. Jokowi bisa tampil bijak memerintahkan Mentrinya untuk melaksanakan perintahnya agar membangun kesejahteraan rakyat, sementara jajaran lainnya melakulan penimbunan dan manipulasi Sembako kebutuhan keseharian Rakyat. Jokowi bisa masuk kedalam dompet Xi Jin Ping dan merogoh utang sampai beribu ribu trilyun rupiah, sejalan Jokowi pun bisa mengamburadulkan APBN untuk menanggulangi pembangunan Kereta Api Cepat. Jokowi dengan sigap menyatakan investai pembangunan Keteta Api Cepat tapi secepat itu pula Jokowi menyatakan pembangunan proyek Kereta Api Cepat itu di “taking over” oleh APBN.
JOKOWI-pun dengan cekatan mengumumkan pembangunan fasilitas Ibu Kota Negara Nusantar yang tidak didukung Rencana Tehnis dan Rencana Anggarannya.

Lebih dari itu semua, Jokowi bisa merasuk kedalam hati umat manusia dan sekaligus masuk kedalam tangan seluruh Iblis yang memang selalu setia menggoda Umat sampai ahir jaman.
Ya, Jokowi bisa dan mampu masuk kedalam minyak goreng dan minyak bumi, Jokowi bisa dan mampu masuk kedalam beras dan sayuran, Jokowi bisa dan mampu masuk kedalam emas dan nikel, Jokowi bisa dan mampu masuk kedalam penyakit dan obatnya, Jokowi bisa dan mampu masuk kedalam Ikan dan Pohon. Ya, Jokowi hari ini bisa dan mampu merasuki seluruh celah kahidupan Bumi dan Langit serta Seluruh Isinya.
Ya, itulah, Jokowi hari ini mampu tampil dan terampil sebagai RAJA IBLIS yang mewarisi dan membawakan sepenuhnya kabusukan yang hanya dimiliki DAJJAL, padahal sebenarnya Jokowi harus tampil sebagai Negarawan yang membawakan Keadilan. kemakmuran, serta Keteladanan bagi seluruh Rakyar Indonesia.
Mengahiri tulisan ini, penulis ingin menyampaikan saran kepada Sdr. Jokowi, segeralah lepaskan Jabatan Presiden anda. Kami Rakyat Negri ini sangat menginginkan Presiden yang memimpin Negri ini sepenuhnya memiliki SIKAP MANDIRI dan KETELADANAN yang sesuai dengan filsafat hidup Bangsa yaitu PANCASILA dan ta’at melaksanakan UUD 1945 Asli, bukannya orang seperti anda yang ABIVALEN penuh KEMUNAFIKAN dan KEBOHONGAN, bahkan KEDZOLIMAN dan KEJAHATAN.
Bung Jokowi, bila anda mempunyai keinginan untuk kebaikan Negri dan Bangsa ini, mintalah kepada Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan. Jokowi Presiden R.I. yang saya hormati, minyalah kepada Allah SWT jalan yang lurus untuk membawakan kemakmuran seluruh Bangsa Indonesia serta Kedaulatan Negri ini.

Bung Jokowi, bila anda tetap bertindak seperti raja iblis, saya yang tidak memiliki apa apa hanya mampu mengajak semua Rakyat yang bertaqwa kepada Allah SWT untuk berdo’a dan menyampaikan permohonan kepada Allah SWT :

ALLAHUMA YA ALLAH YA ROBB YA MUJIBAA SA’IILIN SEGERAKANLAH ENGKAU TURUNKAN ADZABMU UNTUK MEMBINASAKAN DIA YANG BERTINDAK SEBAGAI RAJA IBLIS DENGAN SEGALA KEDZOLIMAN, KEMUNAFIKAN, KEBOHOHONGAN, KECURANGAN, KEMUNKARAN, DAN BAHKAN KEMURTADANNYA.
AAMIIN YA ALLAH YA ROBBAL ALAAMIIN YA MUJIBA SA’IIIN

Catatan pribadi di ahir Ramadhan 1443 H. Memet Hamdan.
(Kegiatan sehari – hari : Pengamat Kebudayan dan Pembangunan