MAFIA MIGOR ITU PERNAH JADI BOS DANAREKSA DAN PERAIH TASRIF AWARD AJI

0
200
LIN CHE WEI Tersangka Baru MAFIA MIGAS/ist

JAKARTASATU.COM – Berita soal tersangka Mafia Migor yang baru diumumkan Kejaksaan Agung adalah Lin Che Wei.  Dia disangkakan melanggar Pasal 2 juncto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

sebelumnya Kejaksaan Agung sudah ada lima tersangka dalam kasus tersebut hanya beberapa waktu kemudian Kejagung menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana (IWW).

Sebenarnya memang tak terlalu mengejutkan, hanya “sedikit” menenangkan publik saja. Sedang kasus Migor yang bikin heboh langka dan bikin rakyat menjerit karena langka dan mahal yang keterlaluan.

Kembali ke mafia Migor yang ditetapkan Kejaksaan Agung Lin Che Wei pemilik analis Independent Research & Advisory Indonesia yang menambah daftar orang yang terjerat perkara minyak goreng. Lin Che Wei ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

Kejagung juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni Senior Manager Corporate Permata Hijau Group, Stanley MA (SMA); Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor (MPT); dan General Manager bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang (PTS).

Siapa Lin Che Wei?

Nama Lin Che Wei yang  dikenal  hebat ini  pernah menjadi tim ahli sejumlah menteri dan pernah menjadi CEO PT Danareksa (persero) dari 2005-2007, CEO Sampoerna Foundation sejak 2007-2008, CEO PT Pembangunan Kota Tua Jakarta pada 2013, bukan hanya itu sepat terjangnya ia juga terungkap pernah di dapuk penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Kalau tidak salah AJI punya dua Award yaitu Tasrif Award dan Udin Award sebagai anugerah tertinggi dari lembaga jurnalis yang lahir saat perlawanan terhadap Orba itu.

Dia juga mendapatkan penghargaan Best Analyst dari majalah Asiamoney dan Euromoney. Disebutkan pula, Lin Che Wei menerima penghargaan sebagai Indonesian Best Analyst dari Majalah Prospektif.

Lin Che Wei punya segudang pengalaman bidang penelitian dan kebijakan publik. Ia lulusan lulusan S1 jurusan Teknik Industri Universitas Trisakti yang kemudian melanjutkan pendidikannya di National University of Singapore dan lulus dengan gelar Master of Business Administration. Dia juga pernah menduduki posisi sebagai Research Analyst yang berkeahlian di bidang perbankan, industri, dan produk konsumen pada PT WI Carr Indonesia, Head of Research and Director pada SG Securities yang berbasis di Indonesia dan Singapura, serta Research Director pada Deutsche Morgan Grenfell.

Orang mengenal Lin Che Wei seorang ekonom. Dalam kasus mafia minyak goreng peran Lin Che Wei diduga ikut mengondisikan pemberian izin persetujuan ekspor beberapa perusahaan.

Tersangka baru dugaan kasus korupsi minyak goreng Lin Che Wei. (Dok. Kejagung)

Lin Chei Wei dalam modusnya diduga kong kalikong dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana, mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag.

Kedok Lin Che Wei

Akun @kurawa mengiris tipis tipis kedok dan kelakuan Lin Che Wei. Pria itu kini jadi buah bibir selepas ditetapkan sebagai tersangka mafia minyak goreng oleh Kejaksaan Agung.

Akun yang merupakan Ahoker ini melabeli Lin Che Wei sebagai orang yang licin, makanya nggak heran bertahun-tahun Lin Che Wei mulus lolos, tak tersentuh jerat hukum.

Untuk itu, akun @kurawa lega lho, Kejagung menetapkan Lin Che Wei sebagai tersangka.

“Mau buka kedok dan kejahatannya Li Cin Wei tapi belum saatnya..Dari 2013 saat dia bermain uang donasi Kota Tua yang dilindungi oleh salah satu pemilik Media Tempe,” cuit akun @kurawa, Rabu 18 Mei 2022.

Lin Che Wei sejatinya pemail memainkan duit ratusan miliar untuk program revitalisasi Kota Tua DKI Jakarta.

Waduh banyak sekali kasus dia jadi apakah Masih ada Mafia Migor yang lainnya dan bukan hanya manta Bos DANAREKSA dan Peraih Tasrif Award AJI? (RED/JAKSAT)