Anies Hadirkan Pancasila Di Ibu Kota

0
93
ANIES RASYID BASWEDAN/IST

Oleh Alex Wibisono

Keputusan 1 Juni sebagai hari kelahiran pancasila terus menuai protes. Layak diprotes karena pancasila yang lahir 1 Juni tidak sama dengan pancasila sekarang.

Pancasila 1 Juni itu secara berurutan berisi pertama, kebangsaan Indonesia. Kedua, internasionalisme atau perikemanusiaan. Ketiga, mufakat atau demokrasi. Keempat, kasejahteraan sosial. Kelima Ketuhanan Yang Maha Esa. Inilah pancasila ala Bung Karno yang diusulkan di depan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni itu.

Bandingkan dengan pancasila yang ada sekarang dan telah menjadi pembukaan UUD 1945. Substansinya tidak persis sama, redaksinya berbeda, dan apalagi urutannya, jelas beda.

Pancasila sekarang adalah pancasila yang lahir tanggal 18 Agustus 1945. Lahir setelah diskusi panjang diantara para founding fathers dan diputuskan melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau yang dikenal dengan PPKI.

Jadi, jelas guess ya. Pancasila yang kita kenal sekarang adalah pancasila yang lahir tanggal 18 agustus 1945. Bukan pancasila 1 Juni. Kenapa diperingati 1 Juni? Ya lu tanya ama pemerintah. Jangan tanya ama gue dong.

Yang jadi masalah utama justru implementasinya. Ribut soal tanggal lahir, tapi implementasi pancasila NOL persen. Gimana tuh?

Bagaimana cara hadirkan pancasila? Ya gak cukup ngaku-ngaku AKU PANCASILA. Itu ndeso guess. Jalankan saja lima sila dalam pancasila. Gitu aja kok repot.

Belajar dari para founding fathers kita. Mereka yang berjuang untuk menjadikan bangsa ini merdeka. Bener-bener merdeka. Bukan pura-pura merdeka, tapi kerjanya merampok uang negara dan membohongi rakyat. Ini sih penjajahan guess.

Gubernur Jakarta, sepertinya serius ikuti jalur founding fathers. Narasi yang selalu jadi rujukan adalah “Keadilan Sosial”. Sila kelima dari pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jangan harap bersatu kalau keadilan sosial tidak diwujudkan di negeri ini. Itu kata Anies. Dan Anies sebagai Gubernur DKI berupaya menghadirkan keadilan itu. Caranya? Melayani masyarakat Jakarta dengan sepenuh hat dan jiwa-raga,i tanpa diskriminasi.

Dari manapun lu berasal, silahkan jika ingin datang ke Jakarta. Silahkan jika mau tinggal dan nyari makan di Jakarta. Gak akan digrebek, apalagi diusir. Lu ber-KTP Jakarta, BPJS gratis. Pemprov DKI membayar BPJS lu.

Lu miskin, gak akan ditanya lu dari suku apa. Gak ditanya agama lu apa. Lu pendukung atau bukan, gak penting. Yang penting lu punya KTP Jakarta, lu dapat BPJS. Gitu guess.

Air bersih, lu semua dapat subsidi 80%. Naik angkutan kota (mobil kecil itu) lu gratis. Nyakan dan gak perlu bayar. Gak usah takut jika lu bukan pendukung Anies. Tetap gratis. Yang penting lu punya KTP Jakarta, beres semua bantuan itu.

Dimanapun tempat ibadah lu, masjid, wihara, gereja, pure, semua dapat BOTI, alias Bantuan Operasional Tempat Ibadah. Setiap bulam guess. Jenis dan jumlah bantuannya sama. Gak dibedain.

Tahun 2022 ini, Pemprov DKI menyiapkan dana 352 miliar dalam bentuk hibah untuk BOTI dan ormas keagamaan. Lumayan besar.

Umat beragama itu pilar bagi tegak dan bersatunya bangsa ini. Karena itu, kepentingan agama harus mendapatkan perhatian. Bukan dibenturkan satu sama lain, apalagi dibenturkan dengan pancasila. Manusia pancasilais itu manusia yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai agamanya. Begitu guess

Anies terlihat berupaya sungguh-sungguh menghadirkan Sila kelima dari pancasila yaitu keadilan sosial. Walaupun begitu, masih juga ada yang bully. Ya, namanya juga banyak orang. Yang bully umumnya orang luar Jakarra. Gak tahu Jakarta, dapat berita hoaks dari buzzer, lalu bully Anies.

Tempat tinggal lu di luar Jakarta sono banjir, lu salahin Anies. Tetangga lu banyak yang miskin, lu salahin Anies. Tanah sauadara lu digusur, lu tetap salahin Anies. Lu waras?

Dibully macam apa, Anies gak pernah bereaksi. Kenapa? Karena tugas gubernur itu menyatukan, bukan membenturkan. Cara efektif untuk menyatukan adalah dengan fokus bekerja dan melayani semuanya. Merangkul pendukung maupun yang bukan mendukung. Bersama dan berkolaborasi membangun kota Jakarta. Dengan ini, Anies ingin menghadirkan persatuan Indonesia.

Merakyat, itu kata kunci dan harus menjadi karakter seorang pemimpin. Sebab, pemimpin hadir untuk rakyat. Bukan untuk partainya, koleganya, apalagi keluarganya. Harus siap dan bersedia mengabdi buat rakyat. Begitulah amanah pancasila. Dari sinilah jiwa kenegarawanan akan lahir guess.

2/6/2022