Kabinet Pembuat Gaduh ?

0
128

Kabinet Pembuat Gaduh ?

Para anggota kabinet Indonesia Maju, memposisikan sebagai pembuat gaduh, kenapa ya ?

Ada kesan umat Islam sedang digiring untuk toleran terhadap semua perbedaan, termasuk agama, ideologi, aliran sesat. Setelah itu diarahkan untuk menerima perbedaan agama, ideologi dan aliran sesat itu.
Dilain pihak umat Islam digiring utk bertengkar dg sesama umat Islam. *Setelah terbiasa dg suasana seperti ini, neokomunis dan kaum sekuler akan terang2an mengatur umat Islam*, ini merupakan teori mengendalikan massa.

Tanda2 itu sudah dimulai sejak Menag lama, “hari pertama” dia masuk kerja yg diserang celana cingkrang, cadar karena dianggap radikal. Dia menyebut paham radikal bisa masuk melalui mereka yang berpenampilan menarik alias “good looking”. Lucunya uang tabungan haji dipake. Pokoknya bikin gaduh sejak mulai masuk kerja..

Menag yg sekarang makin parah, Melindungi Kaum Syiah dan Ahmadiyah, Mengucapkan Selamat Hari Raya ke Komunitas Baha’i, Mengusulkan Doa Semua Agama untuk Mengawali Rakernas Kemenag, Menag hanya utk NU. Agama tidak menjadikan manusia sewenang-wenang terhadap manusia lain, mentang-mentang besar, suara Adzan disamakan dg suara anjing menggonggong, Logo Halal diganti dg Halaka (artinya menghancurkan), MUI digerus, trus ada rumah ibadah bareng utk semua agama. Ide2nya seperti sengaja membuat gaduh terus, seolah memancing supaya umat Islam marah

Tanda2 lain yg lebih vulgar dan kejam dg dibantai dan dibunuhnya 6 laskar FPI, HRS dkk dipenjara, FPI dibubarkan, tokoh garis lurus yg cinta negara ini dijadikan teroris, dr Sunardi yg sudah sakit stroke dibunuh. Siapa saja pejabat yg terang2an menghina, menyakiti dan menindas umat Islam, segera naik pangkat dan jabatan. Kejadian ini merupakan “sinyal” ancaman bagi siapa saja yg tidak setuju dan melawan akan ditindak seperti ini.

Petinggi TNI yg tugasnya ngurus keamanan/pertahanan, tiba2 ngurusin baliho, menyamakan semua agama itu sama, Tuhan bukan orang Arab dan mengancam kepada Ulama dan Jendral aktif yg berseberangan sikap dengan penguasa. Dilain pihak OPM pembunuh rakyat dan tentara dijadikan saudara.

Banser & Ansor tiba2 mau dilatih tentara, laskar pembela agama dan negara dimusuhin. Kejadian ini dibaca, ini lho TNI juga bisa seperti polisi, siapa berani berhadapan dg TNI.

Padahal kita ketahui bersama bahwa TNI itu lahir dan bagian dari Rakyat.
TNI dibikin lemah oleh para petingginya sendiri dg mencoba memisahkan dari rakyat dan memusuhi sebagian dari rakyat. Membuat gaduh itu rupanya dapat membuat rejim berbahagia

Tiba2 juga minyak goreng langka dan tiba2 pula jadi banyak tersedia dipasar, gas jadi mahal, pokoknya “rakyat dibuat sibuk sendiri spy tidak ingat lagi tugasnya sebagai warga negara”. Ujung2nya rakyat menjadi tambah tidak berdaya. Belum lagi kasus IKN yg disampaikan presiden sendiri menjadi begitu gaduh.

UUD 45 sudah berubah, Pancasila mau menjadi Ekasila, rakyat/buruh dan negara dipersekusi lewat Omnibus law. TKA sudah puluhan juta orang masuk baik legal maupun illegal, lewat udara & lewat laut hasil kerja Meninves, Menhukam & Mendagri. Kegaduhan yg ditimbulkan seolah berangkai dan berkelanjutan.

Menkeu suka nyeleneh juga dg ide menaikkan PPn, mau mengelola zakat umat Islam, ASN spy kerja dimana saja, kantornya disewakan. Uang tabungan buruh tiba-tiba mau diambil pemerintah, pajak & bbm naik. Kegaduhan- kegaduhan ini muncul mungkin karena sang menteri udah pusing atau sudah direncanakan, tidak ada yg tau persis.

Jangan heran buat pribumi pemilik negeri ini diberikan pembatasan-pembatasan dengan berbagai cara, apalagi umat Islam yang berseberangan pendapat semakin disudutkan. Wna Cina dalam sekejap dapat menjadi wni tanpa batasan. Semua dilakukan dg cara kilat, ter-buru2 seperti sedang melakukan sesuatu yg rakyat tidak ketahui.

Tanda2 diatas sebenarnya sudah merupakan *pernyataan* dari rejim penguasa kepada rakyatnya sendiri, terutama umat Islam yg mayoritas. Dalam banyak hal Umat Islam dipecah dg menggunakan tangan umat Islam juga yg dapat dibeli atau dipengaruhi.

Sungguh dahyat daya rusak penguasa dibawah kendali oligarki dan sekuler sekarang ini. Mereka telah terang benderang ingin meredam umat Islam, tapi ingin memanfaatkan duitnya. Aneh bin ajaib.

Ini juga pertanda Kedaulatan Rakyat akan diganti atau dihilangkan ? Wallahu a’lam bish-shawab

10 Juni 2022
Memet Hakim
Ketua APIB
Pengamat sosial