Konten Ade Armando & Tulisan Fahd Pahdepie

0
158

Ade Armando (kiri) dan Fahd Pahdepie.(foto: istimewa).

Oleh Imam Wahyudi

Salut, sekali gus bikin geleng kepala. Ade Armando rela menyisihkan waktu bikin tampilan video YouTube. Berdurasi panjang pula. Sepuluh menit. Hanya untuk “counter opini”, bahkan mungkin “counter attack”.

Kontennya, terkait marak opini sukses pergelaran “Formula-E Jakarta 2022”. Lewat berita, tulisan mau pun “posting”an medsos. Utama faceBook dan instagram. Konten tertuju pada tulisan dengan “byline” Fahd Pahdepie.

Apa yang salah dengan tulisan Fahd? Sejatinya serupa reportase dari arena peristiwa. Rasanya, dia tidak sedang pretensi jauh. Lazimnya sebuah reportase. Mengurai “event” berlangsung lancarjaya dan sukses. Cuma itu. Selebihnya, menarik untuk ditulis dan mengusik dibaca. Ya, lantaran level mancanegara. Bukan kenduri biasa. Kali pertama di Indonesia, pula. Di Jakarta International e-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Sabtu, 04 Juni lalu.

Pendapat “lancarjaya dan sukses” — memang bergulir di medsos. Kencang, usai Mitch Evans (Selandia Baru), mengangkat piala. Juara seri-9 kejuaraan dunia Formula-E. Nyaris tanpa ada celaan kurang ini kurang itu. Substansinya, tentu tentang Jakarta dan Indonesia. Malah mencercah kekaguman dan rasa (turut) berbangga. Bolehlah disebut, tulisan Fahd merupakan “rangkuman” dari pesan positif khalayak. Ikhwal pentas balapan mobil listrik itu. Bedanya, lebih pada narasi yang mengalir bertutur. Bagai bait lagu dalam senandung riang. Ada pernak-pernik di antaranya, ya wajar saja. Terkait “trend” kekinian. Lebih gamblang, bab politik capres. Sekadar bumbu penyedap. Lain halnya, bila lantas ditanggapi berlebihan.

Fahd menyaksikan langsung gelaran yang begitu “asing” selama ini. Bagi peminat mobil formula di tanah air. Justru bisa dikemas apik, sejurus profesional. Padahal pengalaman perdana. Bahkan dengan persiapan ala “Sangkuriang”. Itulah kualifikasi reportase. Kalau saja, Ade menyaksikan pula — mungkin saja (bisa) berkolaborasi. Bikin tayangan (reportase) langsung. Masa Ade tak tertarik?! Ini kan bukan soal Anies Baswedan. Lebih Jakarta dan Indonesia. Lantas membahana di mancanegara. Konon ditayangkan di 100 channel TV internasional. Merah-putih pun berkibar di sana.

Nah, siapa warga negara yang tak ikut bangga?! Saat nama harum Indonesia melalangbuana. Sangat mungkin ada “nyinyir”. Itu hampir pasti spesifik, di luar track Ancol. Khalayak ramai memberikan nilai baik dan layak naik kelas. Sekali lagi, bukan semata soal Anies. Kebetulan, dia gubernurnya. Andai pun Ade Armando dalam posisi serupa, publik dijamin tak akan menihilkan apresiasi yang sama.
***
Penulis tak sedang bersilang pendapat soal ini. Bahkan antarkeduanya, Fahd dan Ade Armando — pun tak serta-merta seperti itu. Tampak beda sudut pandang.

Perkara anggaran dan minim sponsor, bukanlah substansi tulisan. Ada aspek kepatutan dan kemanfaatan. “Output” dan “outcome”. Karenanya, tak habis pikir — andai Ade Armando merasa “terganggu”. Satu point saja, bahwa “event” (internasional) itu hendaknya dicatat sebagai “Bersejarah bagi Indonesia.” Boleh tak sepakat, tapi tak harus bersiasat. Fakta yang tak terusik semata-mata.

Bahwa “video ini untuk yang punya logika. Bagi yang tak punya logika, skip saja”. Maksa, deh. Betapa pun itu “tagline” standar konten Ade. Tak mengait materi bahasan. Bertajuk “Malaikat juga Tahu Anies Baswedan Juaranya”. Mencoba berbeda tulisan “Happy Ending Drama Formula-E” milik Fahd.

Rasanya, Ade terlampau jauh menanggapi tulisan spontan Fahd. Sebuah narasi yang tak butuh tingkat intelektual tinggi. Sebaliknya, AA “nyinyir” soal itu dan mengadukkan aspek tak setara. Fahd tidak sedang menulis karya ilmiah. Apalagi Ade sudah menyebut “Fahd bukan tim hore Anies yang dibayar murah”. Itu lebih dari cukup untuk tak perlu “berseteru”.

Malah khawatir kontraproduktif untuk tayangan berdurasi 10 menit. Bila lewat “text entry” bisa mencapai lebih 10 halaman folio. Panjang lebar banget. Menyasar ke luar arena Formula-E Jakarta 2022. Tulisan Fahd, kayaknya cuma 1,5 halaman saja. Rilis tulisan versus konten YouTube, boleh saja.

Apa pun, salut dan membuat geleng kepala pada Ade Armando. Begitu perhatian hingga produk kontennya. Kayaknya, hendak sampaikan kabar gembira. Bahwa dia sudah sembuh dan pulih. Pascatragedi di depan kompleks DPR RI, 11 April 2022 lalu. Ade kembali sehat. “Yuk.., kita main bola lagi..!” ***

*) Penulis, wartawan senior di Bandung.