“PAN Memilih!” untuk Capres & Cawapres

0
202

“PAN Memilih!”
untuk Capres & Cawapres

Partai Amanat Nasional (PAN) sudah ancang-ancang. Menyusul deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dua pekan silam. Tiga parpol dalam satu langkah. Golkar, PAN dan PPP. Mengalir menjemput agenda pilpres, dua tahun mendatang. Bagian dari Pemilu Serentak 2024.

PAN berusaha ajeg dengan kesepakatan “trio bersatu”. Tak ingin mengulang tapak “tiba saat, tiba akal”. Mengapa tidak, dimulai sedari dini. Tak ada kata “prematur”. Semua aspek bisa dibedah, sebelum masuk medan laga. Ajang kompetisi nasional yang tidak boleh dimaknai semata tradisi berdemokrasi. Adalah tentang bangsa dan negara. Melahirkan pemimpin nasional yang sarat keunggulan dan kuat. Setara Indonesia nan hebat.

Melalui sekjennya, Eddy Soeparno — PAN melempar lima kriteria capres dan cawapres. Calon presiden dan calon wakil presiden. Tak mesti menunggu hujan reda. Lima kriteria itu mengalir deras lewat konpers. Di kantor DPP PAN, Warung Buncit, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022 kemarin.

Didampingi Waketum, Yandri Susanto dan Bima Arya. Turut serta sejumlah ketua wilayah (provinsi). Antara lain Desi Ratnasari (DPW Jabar), Eko Patrio (DPW Jakarta) dan Ashabul Kahfi (DPW Sulsel). Pun sejumlah anggota DPR RI Fraksi-PAN. Sudah tentu, atas arahan ketua umum Zulkifli Hasan.

Kriteria itu meliputi (1) Nasionalis-religius, (2) Memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, (3) Berpihak pada kelanjutan generasi, (4) Memiliki semangat inovasi dan kolaborasi serta (5) Berwawasan Nusantara dan berperspektif global.

Mengarah kepada siapa atau kandidat mana? PAN mencanangkan pola “button up”. Calon kandidat diusulkan dari bawah. Lewat mekanisme rakerda, rakerwil, hingga rakernas. Rakerda mulai bergulir hingga puncak tingkat provinsi lewat rakerwil. Selanjutnya secara nasional (rakernas) yang dijadualkan paruh Agustus mendatang.

DPW PAN Lampung dan Banten, misalnya. Konon mengusulkan ZulHas dan Erick Thohir. Sementara DPD PAN Kab. Cianjur rekomendasikan ZulHas dan Ridwan Kamil. Itu artinya, sangat dimungkinkan muncul sederet figur lainnya. Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, dan atau lainnya. Bakal sangat dinamis. Tak mematok pada satu figur. Lazimnya ketua umum parpol itu. PAN tampak ingin membangun dinamika berdemokrasi internal. Antusiasme kader dan mengarah semarak. Semua berproses dalam bingkai “PAN Memilih!”

Dinamika itu akan bergulir sepanjang dua bulan mendatang. Diharapkan mengerucut hingga “finalisasi” pada Rakernas PAN, medio Agustus nanti. Bersamaan peringatan 24 Tahun PAN. Proses “pematangan” di internal PAN. Selanjutnya diolah bersama di dapur KIB.

Sinyal kuat PAN terkait lima kriteria, bersandar pada Pancasila. Lima sila. Berteguh pada “change and continuity”. Perubahan dan kesinambungan. Lantas, menjaring kandidat yang bersesuaian “platform” dan asa PAN. Setia pada Pancasila dan NKRI, mendorong ide-ide persatuan dan kemajuan, peduli pada pembangunan berkelanjutan dan regenerasi. Pun membawa Indonesia berdaya saing di pentas global.

Sungguh ideal. Meski tak surut jalan berliku nan terjal.***
Imam Wahyudi.