REPUBLIK SAMBAL

0
87

Indonesia ini bangsa yang besar, harus dijaga – NKRI, harga mati. Tahun 2018, saya melihat di sana sini banyak ketidak pahaman, ketidak setujuan dari berbagai fihak. Saya sebagai gerasi 80an, sebagai anak bangsa berharap ada kesejukan, ketentraman. Lalu bagaimana untuk menjaga bangsa ini? Negeri ini jika tidak dijaga bisa kemungkinan berantakan, jangan sampain hal itu terjadi, maka harus dijaga.

Apa yang ingin saya perbuat dalam menjaga negeri ini ? Saya tidak punya power besar, saya berfikir harus berbuat sesatu kontribusi dalam rangka menjaga negeri ini meskipun kecil. Lalu saya berfikir dengan sambal. Sambal ini bisa memperkuat persatuan”, demikian Barra Patiradjawane mengawali diskusinya pada acara _Sarinah Jakarta Content Week, Together Again_ dengan _Session Republik Sambal_, yang dilaksanakan di Sarinah jalan Thamrin pada 17 Juni 2022.

Pada session diskusi _Sarinah Jakarta Content Week, Together Again_ ini diambil dari judul buku _Republik Sambal_ yang ditulis oleh Barra Patiradjawane

“Mengapa memilih tema Republik Sambal pada buku yang ditulis Barra Patiradja? Apakah karena mau pemilu?’, goda Dewi Ria Utari, pembawa acara diskusi ini

“Ini tidak ada kaitannya dengan menjelang pilres, pemilu, tetapi lebih kepada pendalamam dari ide, yang mana selama ini sambal khas budaya Indonesia sering diberi judul Sambal Aneka Nusantara, Sambal Ragam Indonesia. Republik Sambal pada judul buku ini agak sedikit berbeda. Sebenarnya buku ini buku resep, resep Sambal. “Tetapi, yang menjadi penting adalah rasa yang menyatu menjadi enak. Ketika kita makan, ada nasi, ada ayam goreng, atau ikan goreng, ada tempe goreng, ada sayuran, sambal inilah yang menjadikan rasa menyatu sehingga enak, papar pria berdarah Maluku dan Manado itu.

Semoga saja suatu waktu nanti sambal khas budaya Indonesia ini menjadi hari nasional, Hari Sambal Nasional, harap Barra Patiradjawane.

(Yossie/Jaksat)