CABE (Catatan Babe): Golok Wa Item

114
Golok, Sarung Mas dan Wa Item | IST
Golok, Sarung Mas dan Wa Item | IST

JAKARTASATU.COM – Ketika beberapa tahun lalu saya berkunjung ke Museum Sumedang, guide memperlihatkan Golok Mas dan sarungnya yang ia katakan dari Jakarta. Ini diserahkan Ali Sadikin kepada pihak museum.

Setelah purnatugas sebagai Syahbandar sekitar tahun 1540-1550, Wa Item menetap di Sumedang. Ketika wafat properti pribadinya dihibahkan kepada kerajaan Sumedang. Ali Sadikinlah yang terakhir menjaga golok Wa Item tersebut.

Tanda tangan Wa Item dalam perjanjiaan dengan Portugis 23/1/1521 dituliskan dalam aksara Arab waw untuk Wa. Nama Wa Item memang telah menjadi legenda. Salah satu buktinya, kali pembatas Majakatera dengan Sunda Kalapa adalah Kali Item, nama ini adalah merujuk Wa Item.

Wa Item adalah pengasas aliran silat Syahbandar. Berbeda dengan yang umum, golok dan sarungnya yang dimiliki Wa Item terbuat dari emas. Panjang golok, gagang dan batang adalah 65-70 cm.

Arti sebenarnya dari kata Item bukanlah warna hitam melainkan jago. Jago resapan Brazil yang berarti main. Wa Itemlah yang membentuk pertahanan Sunda Kalapa yang disebut penyaringan, bukan penjaringan. Dari koleksi lithografi saya penyaringan bersenjata tajam dan hewan buas seperti macan dan buaya.

Jakarta tak pernah dikuasai pasukan asing atau Kesultanan mana pun seperti kata dongeng-dongeng yang bersipongang di jagat Jakarta. Percobaan serangan Pate Hila di Pasar Pisang digagalkan. Pate dalam keadaan luka-luka melarikan diri. Dalam Versi babad Cirebon dikisahkan Pate balik dari négri Betawi sakit lalu tewas.

Wafatnya Wa Item berkisar antara tahun 1542-1550 di Wanayasa, tempat almarhum mengajar silat aliran Syahbandar. Ia dimakamkan di Wanayasa, Purwakarta. Adapun perguruan silatnya masih berfungsi sampai kini.

*) Dikisahkan oleh Ridwan Saidi

(Yos/Jaksat)