Akses Air Bersih di Kamal Lancar, Anies Jamin Kebutuhan Dasar Warga Aman

150
Gubernur DKI Jakarta Anies menghadiri peletakan pipa pertama sebagai pemasangan tahap lanjutan di di Muara Kamal Kamis (30/6)|IST
Gubernur DKI Jakarta Anies menghadiri peletakan pipa pertama sebagai pemasangan tahap lanjutan di di Muara Kamal Kamis (30/6)|IST

JAKARTASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Dirut PAM Jaya Syamsul Bachri, Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim dan jajaran, serta anggota DPRD DKI Jakarta Hasan Basri Umar dan Gani Suwondo hadiri peletakan pipa pertama sebagai pemasangan tahap lanjutan di wilayah Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (30/6), yang dilakukan dalam rangka mewujudkan percepatan pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Di samping peletakan pipa tersebut, kegiatan tasyakuran juga dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas air bersih yang telah mengalir di Muara Kamal 100 hari terakhir. Hal ini sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, yaitu air bersih secara merata, dengan melakukan pemasangan jaringan perpipaan di seluruh wilayah Kamal Muara.

“Alhamdulillah hari ini di RW 01 Kelurahan Kamal Muara, kita mensyukuri 100 Hari Pengaliran Air Minum di kawasan ini. Jadi kita ingin agar warga di Jakarta semakin banyak yang bisa mendapatkan air dari pipa. Mereka tidak harus mengambil air dari dalam tanah. Yang kedua, tidak harus membeli air dari distributor yang harganya mahal,” ujar Gubernur Anies.

Gubernur Anies mengatakan dari perhitungan PAM Jaya, saat ini warga Kamal Muara bisa melakukan penghematan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya dalam satu bulan mereka harus belanja air mingguan atau harian, yang total per bulannya bisa sampai Rp 800 ribu-Rp 1 juta. Maka dibandingkan saat ini, dengan menggunakan air pipa bisa membayar hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu – Rp 80 ribu, tergantung jumlah kebutuhan.

“Ini penghematan yang luar biasa. Kalau tadi dihitung bisa menghemat 95 persen. Jadi biaya yang keluar untuk rumah tangga bagi air bisa turun 95 persen. Artinya pendapatan mereka bisa dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan lain. Bisa untuk pendidikan anak, perbaikan rumah, kegiatan lain,” kata Gubernur Anies.

Gubenur Anies pun menjelaskan bahwa air bersih adalah elemen penting yang harus disiapkan oleh negara. Dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, lewat PAM Jaya terus melalukan hal tersebut. Meski Demikian, Gubernur Anies turut berpesan kepada warga agar memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya dan tidak boros.

“Kalau lihat ada keran dibuka, terus diingetin. Nanti lihat meterannya, tiap bulan tadi Pak Dirut bilang rata-rata sekitar 10 meter kubik. Kalau nanti lihat ada yang angkanya di atas 10, diingetin. Kalau angkanya di atas 100, berarti dagang tuh. Jadi jangan dipakai untuk kebutuhan yang lain, tapi gunakan untuk dua hal. Satu kebutuhan hidup, dua kegiatan usaha. Dua ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan biaya murah, Insya Allah ini menjadi keberkahan bagi warga di sini,” jelas Gubernur Anies.

Selain itu Gubernur Anies mengapresasi seluruh jajaran PAM Jaya atas upaya mereka dalam menghasilkan pipa sampai ujung kampung di ujung Jakarta. Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan legislatif, yaitu DPRD yang turut memperhatikan kebutuhan warga di Kamal Muara.

“Terima kasih buat Legislatif, pak Gani dan pak Basri, yang hadir bersama kita yang dapilnya di sini juga. Insya Allah bisa maju terus, tanpa dukungan dari mereka, tidak mungkin bisa jalan. Terima kasih dukungan warga, yang sudah mendukung kegiatan ini. Kalau lihat petugas, sapa baik-baik. Karena mereka pipanya bisa sampai di sini. Insya Allah ini buat kebaikan kita, untuk kemaslahatan semua,” pungkas Gubernur Anies.

Perlu diketahui, saat ini tercatat sudah 11 RT di RW 01 Kelurahan Kamal Muara yang telah menikmati akses air perpipaan yakni RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 08, 09, 10, 11 dan 12. Dan 8 RT di RW 04 Kelurahan Kamal Muara yang juga sudah disambung akses air perpipaan oleh PAM JAYA yakni RT 01 – 08. Saat ini juga terdapat sekitar 16.000 sambungan baru yang sudah dipasang oleh PAM JAYA melalui proyek SPAM Hutan Kota di Kamal Muara dan jumlah ini akan terus bertambah. Ini merupakan salah satu bukti kesiapan PAM JAYA menuju 100 tahun pada 23 Desember 2022 serta menuju 100 persen cakupan layanan pada 2030.

Kemudian, berbagai upaya dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui PAM JAYA dalam percepatan pelayanan dan akses air minum perpipaan bagi masyarakat Jakarta, salah satunya melalui proyek pembangunan jaringan pipa SPAM Hutan Kota. Kamal Muara, merupakan satu dari beberapa lokasi yang menjadi sasaran wilayah Proyek SPAM Hutan Kota.

Melalui pembangunan SPAM Hutan Kota, PAM JAYA akan membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang ±116 km untuk mengaliri air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang berkapasitas 500 liter per detik (lps) kepada sekitar target 30.000 pelanggan di wilayah–wilayah Kamal Muara, Kamal, Pegadungan dan Tegal Alur.

Upaya percepatan pembangunan akses air perpipaan ini sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan pemerataan keadilan sosial serta upaya mengurangi penurunan muka tanah serta kerusakan lingkungan di Jakarta. (Yos/Jaksat)