CABE (Catetan Babe*): Portugis di Jakarta

105
Litho kampung Jakarta XVI M. Ki-ka pria Portugis, wanita dan pria Betawi | IST
Litho kampung Jakarta XVI M. Ki-ka pria Portugis, wanita dan pria Betawi | IST

JAKARTASATU.COM – Orang Portugis masuk Jakarta mulai 1485. Dalam kontingen kecil mereka berdiam di loji. Saat itu bisnis loji berkembang. Selain di daerah pelabuhan, orang Aria juga buka loji di Jl Tongkol (sekarang).

Pemukiman pertama yang dibangun orang Portugis di Petak Baru. Lokasi selatan Beos. Rumah petak rumah tingkat dua ukuran kecil. Ketika bukit-bukit Tambora digusur mulai Glodok sampai batas Pasar Pagi pada abad XVIII jalan ke Selatan terbuka. Orang-orang Portugis berdiam di kawasan Jakarta Pusar (sekarang).

Sejak awal migrasi orang Portugis memilih berbisbis. Hunian orang Portugis pun tidak exclusif. Sekitar XIX M di belakang Societet Harnonie ada perkampungan yang disebut Kampung Serani. Sebutan ini berlanjut s/d 1950. Nyai saya bilang mulanya yang tinggal di sini banyak orang Portugis. Pada tahun 1960-an Kampung Serani berubah jadi gedung2 . Era Orde Baru gedung-gedung itu diratakan.

Tidak benar Portugis pernah menjajah Jakarta. Portugis di Jakarta meninggalkan sejarah yang damai.

*) Ditulis oleh Ridwan Saidi,
budayawan Betawi, sejarawan, dan intelektual Islam

(Yos/Jaksat)