CABE catetan babe: OBOR versus OPOR

67

CABE catetan babe: OBOR versus OPOR

(Photo Jl Kongsi Besar, Kota)

One belt one road garis niaga yang mau dibentang China, dikenal dengan akronim Obor, tampaknya tak berjaya di lapangan. China dikepung USA dan sekutu lebih setahun. Negara2 yang menerima pinjaman China kini sulit menutup hutang dan berujung ganti rezim.
Tidak suksesnya serbuan Russia ke Ukraine berdampak pada China juga, setidaknya pada BRIC yang mereka bentuk.
Dampak Ukraine War pada Russia lebih tampak. System dan kekuatan pertahanan Russia terbaca. Selain perang itu juga melemahkan econ Russia.
Akhirnya tercapai juga kesepakatan Russia-Ukrain dalam perundingan kedua negara yang ditengahi tuan rumah dan disaksikan utusan PBB pada tanggal 13/7/2022 di Turki. Russia sepakat memberi jalur laut yang aman bagi ekspor gandum Ukraine.
Presiden Erdogan bekerja cukup lama untuk mewujudkan perundingan ini. Hasil ini menggoda saya untuk mengkaji asumsi:
1. Russia tak sekuat seperti yang ia mau kesankan selama ini.
2. Rusia membuat perhitungan meleset ketika memutuskan mengagresi Ukraine. Benar permintaan Ukraine menjadi anggota Nato ditolak, tapi tidak tertutup jalan bagi Barat untuk memberi bantuan alat2 perang, logistik, dan sukarelawan kepada Ukraine ketika Russia benar2 mengagresinya.
3. Kok Turki yang berhasil bujuk Russia dan Ukraine ke meja runding, bukan Indonesia?
Politik, terutama politik Internasional menuntut professionalisme yang tinggi. Bermain politik lokal pun sebenarnya tak boleh amatiran.

Setelah perundingan Turki, bipolarisasi kekuatan dunia tidak setajam sebelum agresi Rusia ke Ukraine. Saya tidak mengatakan kedua blok di dunia sudah akur2an. Tapi bipolarisasi era pemimpin dunia genre Bung Karno sudah berlalu, dimana tatkala itu mencuat gagasan membangun Non Blok.
Proses persaingan yang berkelindan dengan confrontation antar blok berujung di Kiev. Kota di Ukraine ini yang dihajar Russia ber-bulan2 gagal dikuasai Russia.

Adegan berikut rontoknya rezim2 gagal bayar hutang China dan munculnya sikap anti TKA China, yang terbaru di Solomon.
Melemahnya kekuatan dua anggota BRIC secara dialektis mengkondisi AUKUS (Inggris, USA, Aussie) bisa menjelma menjadi OPOR, one power one road. OPOR memang asyik, tapi tak mudah diantisipasi negara yang econ belum maju, politik masih amatiran.
Menkeu Mulyani pada 14/7/2022, berkata Indonesia terancam ikuti jejak Srilanka.
Kita saksikan bersama econ dan politik Srilanka remuk redam.

Indonesia mencoba mainkan doctrin polugri bebas aktif tapi kondisi lapangan kian berubah dan menuntut kualitas berpolugri bebas dan kreatif. Kekuatan2 dunia tampaknya tidak lagi bipolar, dunia mengarah ke monopolarism, wether U hate it or not. Realita arena begini, sedangkan politik soal realita. Ubah realita, jika mampu. Lawan realita, kalau kuat. Atau, bersesuaian dengan realita. Tak ada entry dalam ensiklopedi politik: lari dari realita.

Ridwan Saidi.