SCBD-CFW, Bonge & Catatan Fenomena Lainnya

70
SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok) – CITAYAM Fashion Week (CFW), mereka tiba-tiba muncul dan menukik di central ibukota dan ‘nyaris’ meninju dunia gaungnya.
Padahal ada soal tembak-tembakan yang kini belum tuntas. Ada juga yang tewas karena lalai kendaraan blong truk NOC (national oil company) Pertamina di Cibubur.
Tapi yang dari Citayam ini makin bertengger. Ia tak gugur oleh isu apapun dalam 2 bulan ini CFW adalah fenomena. Sebagian menyebutnya SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok). Di medsos SCBD-CFW ini masif.
Bahkan suami artis kaya B & P rela berkorban untuk membuat kontes dan mengeluarkan dua koper yang isinya ratusan juta untuk CFW. Ini memang luar biasa, yang mainstream ikut yang non mainstream.
SCBD-CFW adalah fenomena yang kuat dan berkat medsos. Saya masih ingat zaman JJS di melawai juga begitu kuat, dan ini bagian dari tren. Anak muda di sana semua pada masanya juga muncul dengan gaya yang kuat meski sangat bojuis saat ini dnegan mobil yang open atau dengan musik yang hingar bingar keliling melawai.
SCBD-CFW adalah fenomena, dan ini bagian dari ruang ekspresi. Tak ketinggalan juga ada UKM disana para penjual kopling dengan sepeda bahkan naik hasilnya yang biasa dapat sehari Rp 50-100 ribu sejak ada SCBD-CFW penghasilannya naik bisa sampai Rp500 rb bahakan lebih.
Di SCBD-CFW juga pernah datang menteri yang selalu bergaya muda dan mantan wakil Gubernur mantan cawapres. Dan menegur jangan jorok-jorok soal sampah.
SCBD-CFW adalah fenomena dan ini kenyataan yang ada sehingga sontak juga sejumlah model dan model-modelan pada datang ke SCBD-CFW ini ada dari Cikarang, Karawaci, Bekasi dan ujung genteng.
Saya melihat ini bagus? Bagus juga begitu adanya tren ini menjadi sorotan sangat tinggi.
SCBD-CFW juga jadi panggung yang juga dimanfaatkan oleh Gubernur dari tanah Sunda yang katanya abis meeting di KLH eh ia datang dan menggandeng para ojek online lalu bergaya dengan outfit seperi Bonge di Sudirman.
Tak mau ketinggalan padahal buat apa buang-buang waktu, kata teman yang juga pengamat life style. Saya sih melihat dari faktor ini bebas saja kan itu panggung kekinian.
Bahkan seorang pakar marketing di video solonya memuji dan membandingkan dengan fenomena di Japan. Silakan saja cari tokoh marketing itu bicara atas fenomena CTW.
Kalau Goodbener Anies malah sebelum ajak para tamunya memang sidak ke SCBD-CFW dan berbicang lalu sarankan tertib dan damai. Anies Baswedan ajak tamu Uni Eropa bergaya di Catwalk Citayam Fashion bak sebuah group Band Inggris Beatles, berjalan dan nampaknya pejabat Uni Eropa nampak sumbringah bahkan media meliputnya pun banyak sekali.
Saya sudah pantau dan ini menarik di messos tak ada yang bisa ngalahin berita lain selain Bonge, Jiji, Karma dkk asal Citayam itu.
Bonge dan Fenomena itu

Jika kita mencar nama Bonge di mesin pencari mbah google ada 8,070,000 results. Nah yang menarik kemunculan hebohnya Bonge pentolan Citayam Fashion Week di Jalan Sudirman kawasan SCBD, Jakarta ini adalah seorang pengamen bernama lengkap Eka Satria Saputra. Masa lalu Bonge adalah pengamen yang kini meraup keuntungan bukan sekadar popler ia juga naik daun dan kini konon sebuah Toyota Vellfire  sudah didapatnya berkat kerja kerasnya dan caranya yang khas dan fenomena.

Fenomena baru munculnya komunitas SCBD-CFW membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran Sudirman, Jakarta sebagai unjuk ekspresi melalui gaya berbusana. Dari fenomena ini sosiolog UGM Derajat Sulistyo Widhyarto mengatakan kemunculan Citayam Fashion Week bagian pembentukan budaya baru yang dilakukan oleh anak muda sehingga perlu diapresiasi.  “Salah satu karakter kaum muda adalah pencipta budaya dan kebudayaan youth culture. Fenomena Citayam Fashion Week mempunyai efek budaya dari kebudayaan tersebut,” katanya, Rabu (20/7/2022) dilaman Liputan6.

Sementara itu Gede Munanto Soekawati Pengajar Komunikasi Universitas Pancasila Jakarta mengatakan bahwa komunitas SCBD-CFW yang kini ramai direspon oleh tokoh yang mimpi jadi Presiden jadi ruang promo diri dalam komunikasi gratis. “Cari publisitas yang mudah sebagai sarana untuk tampil, dan rindu tampil saat ini adalah keharusan untuk tingkatkan publikasi diri, bagi para kandidat yang ingin maju di Pilres 2024 SCBD-CFW adalah cara baik yang sedang fenomena, apalagi kerinduan tampil di publikkan sudah lama terhenti setelah pandemi itu,”ujar Gede kepada penulis.

Akhirnya apapun yang terjadi disana adalaah ruang besar SCBD-CFW dan Bonge adalah yang fenomena akan jadi catatan penting yang tak bisa dipandang sebelah mata. Hidup Citayam!!!

Ngopi dulu deh ada kiriman Wamena Arabica.

 

-Aendra Medita, Jurnalis