Pilpres 2024: Anies-AHY atau Anies-Puan? Sejarah akan Menjawabnya !

56

CATATAN Herdi Sahrasad

Hampir pasti, melambungnya Anies Baswedan sebagai capres ke ruang publik tak terbendung lagi. Kini Publik memprediksi, meraba-raba dan menerka-nerka apakah  dalam pilpres ke depan pada  2024, sekiranya rezim Jokowi tidak jatuh di tengah jalan dan pemilu itu berlangsung, muncul duet Anies-AHY atau Anies-Puan?
Dalam diskursus di ruang publik, tampak tarik-tolak antara kubu politik yang menginginkan duet Anies-AHY dengan dukungan koalisi Nasdem-Demokrat-PKS bersama jaringan sosialnya dan kubu pesaing lain di seberang yang menginginkan duet Anies-Puan dengan tulang punggung Megawati Soekarnoputri-PDIP dan jaringan pendukungnya? Masyarakat politik saat ini sedang mencermati dan menganalisis akhir dari ujung persaingan politik elektoral  tersebut.
Namun perlu dicatat bahwa dalam setiap Pilpres, gerakan relawan sangat besar dan menentukan menang tidaknya sang kandidat capres-cawapres yang bertanding-bersaing. Demikian pandangan peneliti/pengajar senior Sekolah Pasca Sarjana  Universitas Paramadina Herdi Sahrasad menjawab pertanyaan wartawan mengenai potensi Anies ke depan dalam laga Pilpres 2024.
‘’Bagi sebagian masyarakat, potensi Anies sebagai capres nyaris tak tertandingi, dan dialah akademisi/intelektual muda yang sangat pantas maju berlaga di Pilpres 2024 setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI kelak. Kami sebagai keluarga besar Paramadina mendorong dan mendukungnya, legowo dan mengapresiasi siapapun kelak pilihan Anies untuk menjadi cawapresnya dalam Pilpres nanti. Siapakah cawapresnya nanti, AHY atau Puan Maharani? Sejarah yang akan menjawabnya ! ,’’ kata Herdi Sahrasad seraya menambahkan bahwa ketika Anies jadi aktivis mahasiswa UGM, dia sudah berhubungan/berkomunikasi dengan ekonom Dr Rizal Ramli MA mantan demonstran ITB yang juga alumnus Sophia University Jepang dan  Boston University, AS. Rizal Ramli memiliki hubungan baik/dekat dengan Anies, Puan Maharani maupun AHY dimana RR adalah seorang tokoh nasional yang kritis, berani dan disegani.

Di sisi lain, menurut Herdi Sahrasad, sekiranya rezim Jokowi tidak ambruk di tengah jalan akibat multi krisis dan pemilu pilpres 2024  berlangsung  secara jurdil, maka potensi duet Anies-AHY sangat mungkin tak akan  terbendung, dan mampu memenangkan pilpres dalam satu atau dua putaran.

”Kedua orang muda itu merepresentasikan potensi anak anak muda kita yang relatif berpendidikan, merampungkan studi lanjutan di  Barat. Anies Baswedan PhD, mantan Rektor termuda Paramadina,  alumnus  University of Maryland AS dan Northern Illinois University, AS, sedangkan Agus Harimurti  Yudhoyono MSC MPA lulusan Harvard University, AS  dengan pengalaman sebagai perwira TNI.  Tentunya, Anies-AHY harus anti-KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) dan musti  komit pada rakyat untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945,” ujar Herdi Sahrasad dari INDEMO (Indonesia Democracy Monitor) yang juga mantan visiting fellow di Monash University Australia (1992), Cornell University, AS (1994) dan University of California Berkeley, USA (2012). Dia juga melakukan penelitian independen di Leiden Belanda dan Marburg University, Jerman sebagai  associate research scholar.
”Di pundak mereka kelak, masa depan keadilan, kesejahteraan rakyat dan integrasi nasional  dipertaruhkan dan jangan sampai keduanya mengulangi kelemahan/kesalahan Jokowi yang membuat rakyat sengsara dan kecewa sekian tahun ini,” katanya. (berbagai sumber)