Fauzan Fadel Ajak Kalangan Milenial Gunakan Paltform Media sosial Buat Pemilu 2024 yang Damai

40
ilusttasi/ist
ilusttasi/ist

JAKARTASATU.COM – Jadwal Pemilu 2024 sudah ditetapkan, yaitu 14 Februari. Penentuan tanggal tersebut merupakan sebuah kode, yakni bahwa Pemilu 2024 akan berjalan damai.

Bagi kaum muda atau generasi milenial, perhelatan Pemilu 2024 menjadi krusial, karena mereka tidak sekadar sebagai pemilih, namun ada sebagian dari mereka yang akan tampil sebagai caleg (calon anggota parlemen). Dan tidak tertutup kemungkinan ada yang sudah masuk formasi pasangan capres-cawapres.

”Pelaksanaan pemilu (2024) yang bebas dan damai, sama artinya dengan menjaga optimisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Mengingat pemilu yang bebas dan aspiratif, adalah kriteria penting dalam sistem politik demokratis. Setelah jadwal pemilu disepakati, selanjutnya tentu ada ruang partisipasi bagi generasi muda,” demikian disampaikan oleh Tokoh Muda DKI Jakarta Fauzan Fadel dalam pemaparannya dalam “Diskusi Nasional: Relasi Politik Kaum Muda Dalam Membangun Opini Publik Menjelang Pemilu 2024” yang dilaksanakan oleh Gerakan Pemuda Persatuan di Jakarta, Jumat (29/7/22).

Lebih lanjut soal bentuk aspiratif buat pemilu 2024, Fauzan Fadel mengajak atau membangun sikap optimisme pemuda buat dalam dalam mengawal perhelatan momentum demokrasi ini. Salah satu yang disinggung ialah soal riuh atau semaraknya penggunaan media sosial sebagai basis juga alat yang melekat di benak generasi muda saat ini.

”Sebagai generasi yang akrab dengan informasi digital dan media sosial, kompetensi ini akan menjadi modal penting dalam Pemilu 2024, termasuk Pilkada pada tahun yang sama,” ujarnya.

”Melalui berbagai platform, banyak anak muda tergerak aktif menyuarakan kepedulian mereka atas berbagai isu. Dalam konteks pemilu, yang diperlukan adalah pengawasan, terutama proses rekapitulasi suara sejak masih di TPS di tingkat kelurahan, hingga ke tingkat nasional,” lanjutnya.

Terakhir, Fungsionaris DPD Golkar DKI ini juga memberikan suatu harapan terkhusus buat generasi muda bahkan Milenial untuk bisa menjadi penjaga iklim demokrasi yang sehat tidak lagi membawa perbedaan menjadi sebuah permusuhan.

”Dengan partisipasi penuh generasi milenial dan kalangan Muda, Pemilu 2024 diharapkan bisa berlangsung damai. Tidak hanya dalam gimik politik, tetapi harus bisa direalisasikan di lapangan. Kesepakatan damai di antara para kontestan yang biasa digelar menjelang pemilu, bukan lagi sekadar ritualistik,” tutup Fauzan Fadel. (NA/JAKSAT)