Porprov Jabar 2022 Terkendala

34
Oleh Imam Wahyudi *)
AJANG Porprov Jabar 2022 tersentak kendala. Otoritas Kab. Bandung Barat (KBB) “angkat tangan” sebagai penyelenggara sejumlah cabor.
Pernyataan mundur yang terasa mendadak. Surat tertanggal 27 Juli 2022 dialamatkan ke Gubernur Jabar. Tentu, mengagetkan para pihak terkait. Utamanya KONI Jabar. Apalagi, kalau bukan soal pembiayaan. Keuangan daerah belum sepenuhnya stabil.
Sangat mungkin, akibat dampak lanjutan pandemi Corona. Rentang dua tahun, kondisi kolaps di hampir semua potensi ekonomi. Kendala yang menuai dilema. Di sisi lain, gelaran Porprov 2022 sudah dijadualkan medio November nanti. Praktis hanya menyisakan tiga bulan lagi. Meliputi persiapan dan kesiapa penyelenggaraan.
Memaklumi keputusan yang diambil KBB. Plt bupati, Hengki Kurniawan menyatakan soal beban pembiayaan itu. Tak tanggung-tanggung menolak penyelenggaraan 13 cabor. Menyerahkan kembali ke KONI Jabar sebagai regulator. KBB hanya menyanggupi tiga cabor. Gulat, ketangkasan berkuda (equestrian) dan woodball. Ke-13 cabor yang ditolak meliputi ski air, senam, squash, dansa, bowling, menembak, jujitsu, kriket, drumband, biliar, kempo, binaraga dan barongsai.
Pernyataan mundurnya KBB dari tuanrumah laga 13 cabor, menuai bahasan. Bagaimana mekanisme penetapan suatu daerah sebagai penyelenggara cabor-cabor tertentu? Berdasarkan ajuan dan kesanggupan daerah? Atau dengan cara penunjukkan? Apa pun tata-caranya, kiranya bertumpu pada kesiapan dan kemampuan. Standar baku. Meliputi arena dan fasilitas pendukung lainnya. Pada kesempatan pertama, tentu kesiapan dana pembiayaan.
***
Porprov adalah pekan olahraga tingkat provinsi. Tradisi empat tahunan yang sebelumnya dinamai pekan olahraga daerah (porda). Label provinsi pada kejuaraan “multi event” ini menyiratkan pembiayaannya oleh Pemprov Jabar. Mungkin saja, kali ini berbagi alokasi anggaran.
Bila benar, maka menguatkan keberadaan keuangan pemprov belum dalam posisi stabil. Soalnya pula, Porprov Jabar 2022 sudah terjadual. Justru dalam posisi transisi tahun anggaran yang tidak dimungkinkan lewat APBD Perubahan. Bisa jadi skenario “dana talangan”.
Kelak dikompensasikan lewat alokasi APBD tahun berikutnya. Penulis tak hendak menukik aspek teknis alokasi APBD. Idealnya sih sudah masuk tahun anggaran berjalan. Sekali lagi, mungkin pula masih dalam spasi dampak pandemi. Hal menarik, justru beban pembiayaan yang tidak disanggupi Pemkab Bandung Barat (KBB). Penyelenggaraan tanding 16 cabor, membutuhkan dana sekira Rp 50 milyar.
Sebaliknya pihak KBB hanya tersedia Rp 12,5 milyar. Setara 25% saja atau seperempat. Jauh dari kebutuhan semestinya. Mana tahan. Karuan, keputusan sang bupati tadi tak sebatas perlu dimaklumi. Hendaknya pula diapresiasi. Bertata-cara apa adanya. Tampak tak ingin mengedepankan gengsi. Tak semata kejaran prestasi. Justru sebuah antisipasi terhadap sengkarut di kemudian hari.
Hengki mendahulukan kepentingan daerah yang (kini) dipimpinnya. Bukan kejaran “biar tekor asal sohor”. Atau “demi sohor, padahal tekor”. Cukup bijak. Terlebih, selaku KBB-1 sudah memberi sinyal defisit APBD. Potensial menuai masalah. * KABAR tak sedap dari KBB di atas memicu pertanyaan beruntun. Berputar di lingkaran KONI Jabar.
Sebaran lokasi penyelenggaraan, sungguh baik. Desentralisasi yang diharapkan jadi model pemerataan prestasi. Porprov Jabar terakhir dipusatkan di Kab. Bogor pada 2018. Melibatkan tujuh kabupaten/kota sebagai penyelenggara. Kali ini, Porprov XIV/2022 digelar di sembilan daerah. Adalah KBB, Kab. Bandung, Subang, Garut, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Kab. Tasikmalaya, dan Kab. Bekasi. Meliputi 76 cabor dengan 943 nomor pertandingan. Bertambah 16 cabor dibanding sebelumnya. Agenda Porprov Jabar 2022, tentu sudah dibahas jauh hari.
Apa hendak dikata, muncul kendala. Sejumlah argumen pun mengemuka. Tak kecuali, penundaan selepas tahun ini. Ya, kendala pembiayaan menghantui. Jadual kadung ditetapkan, medio November mendatang.
Skenario pembiayaan lewat APBD perubahan tidak dimungkinkan. Idealnya sudah dialokasikan pada APBD tahun sebelumnya. Alih-alih lancarjaya. Baru saja siuman pandemi. Dampak “refocusing” anggaran atau relokasi program.
Belum dimungkinkan presisi alias belum kembali stabil. KBB, salah satu yang terdampak. Sulit dipungkiri adanya “trauma” hukum yang menyeret sang bupati lama ke bui. Pun masa transisi kepemimpinan di KBB.
Konon, penyelenggaraan Porprov Jabar 2022 lebih pada “penyesuaian” agenda PON Banda Aceh – Sumut 2024. Sejatinya, masih ada tenggang waktu dua tahun. Dimaklumi memunculkan spekulasi. Mungkin, tak semata bagai dipaksakan. Sejatinya, gelaran Porprov Jabar 2022 diawali keriuhan prestasi Jabar di arena PON XX Papua 2021. Prestasi mempertahankan gelar juara umum PON. Sebelumnya, kontingen tuanrumah Jabar unjuk juara umum PON XIX/2016 di Bandung.
Capaian prestasi jawara, setelah masa penantian 70 tahun. Adalah kali kedua, Jabar pertahankan gelar juara umum. Sebelumnya pada PON II Jakarta 1951, berlanjut PON III Medan 1953. Terakhir, dua kali juara umum berturut itu dicapai pada masa kepemimpinan Ahmad Saefudin. Beliau menjabat Ketua Umum KONI Jabar selama dua periode (2014-2018, 2018-2022). Periodisasi jabatan dibatasi maksimal dua periode. Ahmad Saefudin tidak dimungkinkan mencalonkan lagi.
Masa jabatannya sebagai akan berakhir September 2022. Dikabarkan, menggunakan hak “prerogatif” — perpanjangan masa jabatan ke KONI Pusat. Dimungkinkan selama enam bulan atau hingga Maret 2023. Dapat dimaknai, Ahmad selaku Ketum KONI Jabar masih ingin menyukseskan hajat Porprov 2022. Praktis rentang sebulan kemudian agenda suksesi melalui Musprov yang sudah dijadualkan Desember — akhir tahun 2022.
Alhasil, tiga agenda penting bertumpuk di jelang akhir tahun 2022. Pertama, masa jabatan Ahmad Saefudin sebagai Ketum KONI Jabar berdasarkan SK akan berakhir September 2022. Bersamaan itu sejatinya digelar musprov untuk memilih ketum baru. Kedua, penyelenggaraan Porprov Jabar 2022 media November mendatang. Ketiga, forum suksesi kepemimpinan KONI Jabar pada Desember mendatang.
Tiga agenda yang saling bersahutan. Mungkin saja memunculkan kendala.Tak sebatas kendala KBB untuk gelaran Porprov Jabar 2022. Cuma menduga-duga.***
*) Jurnalis senior di Bandung.