Mengapa Negara Zamrud Khatulistiwa Sebagian Besar Rakyatnya Masih Tetap Berkutat dengan Kemiskinan?

50
M Nur Lapong Ketua ForJIS
M Nur Lapong Ketua ForJIS

Oleh: M Nur Lapong, Ketua ForJIS

Pertanyaan ini sering bermain di pikiran anak bangsa yang peduli kepada negeri ini, “Mengapa negara zamrud khatulistiwa Indonesia yang dikenal subur kaya raya sumber daya alam, sebagian besar rakyatnya masih tetap berkutat dengan kemiskinan?”

“Dulu pak Harto marah jika Indonesia di bandingkan dengan Singapura yang negara kecil bisa maju dan makmur dibanding Indonesia. Marahnya pak Harto beralasan karena Indonesia jumlah penduduknya yang diberi makan jauh puluhan kali lipat dibanding Singapura, jadi jangan dibandingkan dengan Singapura kata pak Harto.

Rupanya asumsi pak Harto itu keliru, setelah China berhasil menempatkan diri sederajat dengan negara super power pada tahun 2015 hanya dalam kurung waktu kurang lebih 30 tahun sejak mereka mulai reformasi ekonomi dan politik tahun 1987 dengan sumberdaya alam terbatas dan jumlah penduduk jauh lebih besar 6 kali lipat jumlah penduduk Indonesia.

What is wrong?

Diskusi ForJIS yang ke 6 tahun ke 10 mencoba menjawab pertanyaan ini dengan berbagai asumsi yang menjadi problem di depan mata hari ini. Ekonomi stagnan dan ancaman resesi, Utang Numpuk, Proyek2 Investasi Mangkrak/Rugi, BUMN2 Merugi, Tingginya Pengangguran/PHK, Ketimpangan Sosial Ekonomi Menganga lebar, Potensi Disitegrasi Sosial, KKN Makin Eksis, Demokrasi Daulat Tuanku, dan Negara Dibawah Cengkraman Oligarkhi.

Diskusi ForJIS kali ini akan menampilkan, Keynote Speaker Prof. Anthony Budiawan, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), yang mencoba membedah persoalan ini dengan sudut pandang “Dialektika Perubahan Total Untuk Menyelamatkan Indonesia”.

Penanggap Utama yang menjadi pembanding diskusi akan menampilkan saudara Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu, Penulis dan Pengamat Sosial Politik Ekonomi. Abdurrahman Syebubakar, Ketua Dewan Pengurus Institute for Democracy Education (IDe), penulis Buku Anies Baswedan Gagasan Narasi Karya. Suripto, SH., Analisis Intelijen dan Pengamat Sosial Politik Kemasyarakatan.

Diskusi ini akan semarak karena dipandu moderator Adian Radiatus, Penulis dan Pengamat Sosial Politik Budaya. pada JumaT 5 Agustus 2022, Jam 14.30 WIB – sampai selesai di Rumah Kedaulatan Rakyat Jl. Guntur 49, dikenal sebagai tempat home stay para aktivis Jakarta. (*)