CABE (Catetan Babe*): Indo Pacific, Kick Off

49
Photo naskah Perjanjian investasi Portugis di Sunda Kalapa 21 Agustus 1521 | RS
Photo naskah Perjanjian investasi Portugis di Sunda Kalapa 21 Agustus 1521 | RS

JAKARTASATU.COM – Menlu ASEAN meeting 5 Agustus 2022 di Pnompenh, Khmer, dihadiri Menlu USA Blinken, Menlu Jepang, dan Menlu China. Menlu Myanmar, sebagai anggota, tak dihadirkan.

Dalam pertemuan itu Menlu-Menlu ASEAN capai kesepakatan dengan USA akan jadikan Indo Pacific kawasan yang damai dan makmur. Tampaknya Menlu China hadir sebagai observer saja. Mereka bukan Pacific. Hawaii USA itu Pacific, juga Jepang.
Kehadiran China di Pnompenh sebagai, dalam istilah sebuah ormas disini untuk observer, penggembira. China penggembira dalam Menlu ASEAN meeting, dan ini berdampak menggembirakan penggemar China di Indonesia, baik pelaku politiknya mau pun pakar kampus.

VOA Indonesia menyiarkan Menlu Retno pada tanggal 22/2/2022 di Paris berkata dengan lantang, Jangan ada satu pun negara yang mendominasi Indo Pacific.
Kata orang Betawi jangan diungkit-ungkit lagi.

Pinjam istilah Imam Syafi’i, ucapan Menlu Retno di Paris itu qaul qadim (lama), yang di Pnompenh qaul jadid (baru). Indonesia tak punya pilihan lain kecuali bersama AUKUS berkiprah di Indo Pacific. Dan Indo Pacific sudah kick off.

Kiranya dalam pelaksanaan polugri perlu mencari inspirasi dari masa lalu. Bagainana Syahbandar Sunda Kalapa Wa Item pada tahun 1518 ke Malaka temui Laksmana d’Albuquerqe bujuk Portugis agar mau investasi membangun labuhan Kalapa II. Untungnya Syahbandar Wa Item pandai berbahasa Portugis sehingga semua lancar selama 3 tahun berlangsungnya pembicaraan. Wa Item tidak sebentar-sebentar lihat catatan. Akhirnya perjanjian investasi ditanda-tangani. Wa Item tidak mau hutang non budget, karena akan menyusahkan Syahbandar pengganti dia. Juga dirinya sendiri.

*) Ditulis oleh Ridwan Saidi,
budayawan Betawi, sejarawan, dan intelektual Islam

(Yos/Jaksat)