Aneh Tapi Nyata, Dalang dan Wayang Masuk Kotak Bersama

109
Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial | IST
Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial | IST

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Dalam dunia pewayangan, kita kenal Sang Dalanglah penentu skenario jalannya cerita atau lakon wayang yang sedang digelarnya. Dari mulai kapan sosok wayang harus dimunculkan maupun kembali masuk kotak, kesemuanya Sang Dalanglah yang mengaturnya.

Anehnya, kasus yang sedang menjadi topik utama (Toput) siaran layar kaca selama medio Juli-Agustus 2022 ini toputnya soal dibunuhnya seseorang oleh orang lain. Terungkapnya Sang Dalang sebagai dalang pembunuhan atas kasus ini jika boleh diilustrasikan bak dalam dunia pewayangan, wayang yang dimainkan oleh Sang Dalang malah masuk kotak bersama dalangnya. Aneh Tapi Nyata.

Bagi para pecinta dunia pewayangan tentu tak asing lagi dengan sosok-sosok punokawan yang diberi nama Gareng, Petruk dan Bagong. Nama yang terakhir ini karakternya diperankan bandel dan cenderung nekad serta agak cerdas.

Rupanya, lakon yang sedang digelar Sang Dalang berjudul “Gareng Gugur” alias mati. Geger atau gonjang-ganjinglah dunia pewayangan atas kematian Gareng yang oleh Sang Dalang diskenariokan yang membunuh Gareng adalah Bagong. Sang Dalang tetap fokus menjalankan perannya sebagai dalang mengopinikan kepada penonton bahwa yang membunuh Gareng adalah Bagong.

Dalam lakon kali ini, rupanya Bagong yang bandel dan cenderung nekad ini tak mau disudutkan sendiri dan tahu risiko hukumnya. Akhirnya Bagong mbalelo, dengan mengatakan, aku membunuh Gareng yang menyuruh dalangnya. Byar….ending-nya, kini wayang dan dalangnya masuk kotak bersama-sama. Aneh Tapi Nyata.

Ingatlah, dalam pewayangan Sang Dalang adalah manusia. Manakala manusia merekayasa makar (tipu daya) jahat, maka hendaknya manusia yang lemah ini ingat akan peringatan Allah SWT melalui firman-Nya: “Mereka melakukan makar (tipu daya), dan Allah membalas makar (tipu daya) mereka itu. Dan Allah sebaik-baiknya Pembalas makar  (tipu daya).” (QS. Ali Imran, 3:54).