Proklamasi Kemerdekaan Dikumandangkan di Cirebon

75

Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 ditandai denganpembacaan Proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta. Tapi tahukah anda 2 harisebelumnya proklamasi sudah dikumandangkan di Cirebon?

Adalah Dokter Soedarsono seorang pejuang Indonesia yang saat itu bekerja di rumah sakit Orange (Sekarang RSUD SunanGunung Jati) Cirebon; Pengikut setia Sutan Syahrir inimendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945 di alun-alun kota udang tersebut di mana diamengikuti saran dari Doktor Syahrir.

Dimulai pada tanggal 10 Agustus 1945 saat Syahrir mendengarkekalahan Jepang dari Sekutu lewat siaran radio BBC, lewatradio pemerintah inggris itu pula ia mengetahui Jepang akanmengembalikan mandat kekuasaan Hindia Belanda kepadasekutu. Maka  Sang Doktor menyampaikan kepadapengikutnya agar bersiap dengan proklamasi kemerdekaanIndonesia dan siap dengan segala konsekuensinya.

14 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta pulang dari Saigon, Syahrir mendesak kepada Soekarno agar segeramendeklarasikan kemerdekaan Indonesia tanpa memlaulisidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI, karena Lembaga ini adalah bentukan Jepang yang mananapabila diikuti seolah kemerdekaan adalah pemberian darinegara matahari Terbit ini, akan tetapi hal ini ditolak Soekarno. Hal ini membuat Sutan Syahrir kecewa dan iapun segeramengirimkan telegram kepada dr. Soedarsono agar segeramembacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Lalukeesokan harinya disaksikan oleh kurang lebih serratus lima puluh orang.

Menurut tokoh muda Cirebon yang juga pemerhati sejarah H. Zaenal Muttaqin  “Proklamasi Cirebon merupakan bentuknyata perlawanan terhadap penjajah, dan sebaiknya generasimuda Indonesia dan Cirebon khususnya tahu akan peristiwaagung ini”.

“Pemilihan Kota Cirebon saat itu dianggap karena kota inirelatif sepi dari pendudukan tentara Jepang.  Nama dr.Soedarsono pun dijadikan nama jalan di kota Udang ini, dan beliau juga adalah ayah dari tokoh politisi ternama JuwonoSoedarsono” tambah pria yang akrab dipanggil HZM ini.

Walaupun peristiwa bersejarah tersebut tak terdokumentasidengan baik, mulai dari naskah hingga siapa saja yang hadirtetapi pelaku sejarahnya dokter Soedarsono yang belakanganmenjadi Menteri Dalam Negeri Kabinet Syahrir dan Sutan Syahrir sendiri mengakui terjadinya peristiwa tersebut. Untukmengenang peristiwa tersebut maka di tahun 1946 dibanguntugu proklamasi di Jl. Siliwangi Cirebon persis ditempatproklamasi tersebut dikumandangkan, tugu itu berdiri denganmegah hingga kini, peristiwa heroic inipun jadi cerita turuntemurun di kalangan warga Cirebon. (EPP)