Upaya Jakarta Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Literasi

55
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Perpustakaan Jakarta, Cikini | PPID
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Perpustakaan Jakarta, Cikini | PPID
JAKARTASATU.COMWakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Perpustakaan Jakarta, Cikini pada Senin (15/8). Ia mengatakan kegiatan itu menunjukkan perhatian Pemprov DKI terhadap peningkatan hidup masyarakat melalui literasi.

“Saya atas nama Pemprov DKI Jakarta sangat mengapresiasi Perpustakaan Nasional yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispupip) DKI Jakarta sehingga kegiatan talk show dan literasi ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Tentu tema yang dipilih ini luar biasa, menunjukkan concern kita terhadap pentingnya peningkatan hidup masyarakat khususnya di DKI Jakarta,” kata Wagub Ariza saat menyampaikam sambutan.

Ia menjelaskan, pengertian global literasi tidak hanya terkait dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir dan bagaimana kita mampu menyelesaikan berbagai masalah. Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan literasi bisa menjadi fondasi sekaligus daya dorong untuk kehidupan yang lebih sehat, lebih maju, tidak mudah termakan hoaks,  lebih toleran, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

“Dan juga kita bisa hidup dengan tenang, damai dan sejahtera. Sejak 27 Januari 2016, Jakarta mendeklarasikan diri sebagai provinsi literasi pertama di Indonesia. Selain itu kita juga bangga, Jakarta telah dinobatkan sebagai city of literature oleh UNESCO. Pengumuman ini disampaikan pada 8 November 2000. Jakarta masuk salah satu dari 49 kota di dunia lainnya yang tergabung dalam jaringan kota kreatif dunia atau Unesco Kreative City Network tahun 2021,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia di Jakarta harus dilakukan secara beriringan, secara berkesinambungan. Istilah yang sering disampaikan adalah maju kotanya, bahagia warganya.

“Maju kotanya, membangun infrastruktur di sana-sini dan bahagia warganya, memastikan pembangunan sumber daya manusia yang baik. Sampai di sini kita perlu bertanya, sejauh mana kita turut meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Sejauh mana budaya membaca, menulis, critical thinking ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejauh mana kita mengajak berbagai elemen lainnya untuk meningkatkan literasi masyarakat,” katanya.

Wagub Ariza sangat berharap, event tersebut menghasilkan langkah-langkah yang komprehenshif dan aplikatif, yang meningkatkan indeks literasi masyarakat mengingat kemajuan suatu bangsa, peradaban, diukur dengan majunya literasi warga.

Ia juga menyampaikan kemajuan di Jakarta dalam hal literasi. Salah satunya, pada 2022, jumlah minat baca di Provinsi DKI Jakarta mencapai 71.719 peserta atau meningkat 144,5 persen dari pada 2021 yang sebanyak 29.332 peserta.

“Memang ada peningkatan 144 persen tetapi ini tidak cukup, harus ada lompatan-lompatan yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kadispupip DKI Jakarta, Wahyu Haryadi mengatakan, pelaksanaan kegiatan itu merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah sebagai lembaga eksekutif yang juga sebagai bentuk fasilitasi atas penyampaian aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif yang tertuang dalam Surat DPR RI Nomor 9/DPR-RI A-078/V/2022 tentang Penyampaian Aspirasi Penyelenggaraan Program Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat.

“Acara ini turut mengundang 150 orang peserta secara tatap muka dan sekitar 5.000 orang undangan melalui metode dalam jaringan. Para peserta terdiri dari berbagai kalangan, antara lain para tenaga kependidikan, para peserta didik, mahasiswa, para pegiat literasi, komunitas baca, dan para pustakawan,” katanya. | YOS-JAKSAT