Budaya Literasi Yudi Latif

27
Yudi Latif/ist

Budaya Literasi
Yudi Latif

Saudaraku, teknologi boleh berganti, medium baca-tulis boleh berubah, tapi budaya literasi hrs terus diperkuat.

Menumbuhkan kapabilitas literasi scr fungsional merupakan prasyarat kunci utk mengembangkan kehidupan politik dan ekonomi yg sehat dan maju.

Penguatan demokrasi memerlukan basis budaya ekspresif (artikulasi dan argumentasi). Dlm negara dgn tradisi literasi kuatlah demokrasi bisa tumbuh kuat.

Athena (Yunani) sering dirujuk sbg salah satu model awal demokrasi di Barat berbekal tradisi baca-tulis yg kuat, berkat penemuan alfabet. Peradaban Yunani-Romawi adl peradaban awal di muka bumi yg berdiri di atas aktivitas baca-tulis masyarakat; pertama kali diperlengkapi sarana berekspresi yg memadai dlm dunia tulis; pertama kali mampu menempatkan dunia tulis dlm sirkulasi umum.

Revolusi demokratik terjadi di Perancis, tidak di Inggris sbg pelopor revolusi industri, krn Perancis (Paris) saat itu merupakan masyarakat dgn tingkat literasi yg paling tinggi di Eropa.

Literasi pun jadi landasan pacu bg kemajuan perekonomian negara-negara Asia Timur. Jepang memeloporinya melalui penetapan Undang-Undang Fundamental ttg Pendidikan 1872 (4 thn pasca restorasi Meiji), yg mencerminkan komitmen publik utk memastikan “tidak ada komunitas dgn keluarga yg tak melek huruf, dan tdk ada keluarga dgn anggota keluarga yg tak melek huruf”.

Dgn kesungguhan komitmen, pd 1910, bangsa Jepang sudah hampir semuanya melek huruf; dan pd 1913, meskipun masih jauh lebih miskin dr Britania dan Amerika, Jepang telah menerbitkan lebih banyak buku drpd Britania dan lebih dua kali lipat dr Amerika. Konsentrasi pd pendidikan dgn tk. literasi yg sangat tinggi itu berperngaruh besar thd watak dan kecepatan kemajuan sosial dan ekonomi Jepang. Perkembangan tsb diikuti Korsel, Taiwan, Singapura, dan China.

Secara umum, naiknya tingkat literasi dpt mendorong kemunculan institusi sosial rasional dan demokratis; pun kreativitas inovatif dlm ekonomi-industri. Sebaliknya, kemunduran tk. literasi menimbulkan kelembaman dlm demokrasi dan ekonomi.

Singkat kata, org boleh memilih profesi apa pun, tapi tak boleh mengabaikan budaya baca-tulis.

(Belajar Merunduk, Yudi Latif)