Effendi Saman: Ojol Jadi Korban Merugi, Naiknya BBM yang Untung Aplikator

53
Effendi Saman
JAKARTASATU.COM –  Kenaikan tarif ojol yang berlaku mulai hari Ahad (11/09/ 22) menjadi makin berat. Ini akibat dari naiknya harag BBM.
Efek dari kenaikan harga BBM pasti disertai dengan kenaikan harga semako dan kenaikan disertai transpirtasi umum dan itu tidak bisa dihindari. Tapi yang harus di ingat di saat rakyat dalam kondisi ekonomi yang terpuruk itu, bukan saja berdampak pada kenaikan barang dan jasa, tapi daya beli masyarakat juga drastis berkurang,” ujar Effendi Saman Advocat senior yang dimintai keterangan oleh Redaksi, Senin, 12 September 2022.
Effendi yang dikenal sering membantu Advokasi Ojol ini juga berpendapat bahwa kebijakan kebaikan BBM yang tidak populer. maka akan membuat rakyat semakin miskin baik dari sisi konvensional maupun kemiskinan struktural. “Konsumen Ojol tentu juga akan berkurang menggunakan jasa Driver. Mestinya Pengusaha Aplikasi Driver online harus tetap menjaga stabilitas harga dan jangan menaikan harga, karena jika dinaikan harganya yang berdampak langsung merugi itu drivernya bukan Aplikasinya,” jelasnya.
Masih kata Effendi yang juga Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN) ini mengatakan karena selama ini pitongan yang didapat aplikasi justru sudah cukup tinggi 20-30 % dari setiap rit/pendapatan dari penumpang.
“Saya rasa sulit bagi rakyat untuk berpikir rasional atas kebijakan kenaikan BBM ini. Saya justru mengkhwatirkan akan terjadi PEMOGOKAN NASIONAL dan yang paling kita takuti adalah AMUK MASA yang berpotensi menimbulkan kerusuhan,” paparnya.
Ditambahkan Effendi akibatnya tidak dapat saya bayangkan, penegak/ penegakkan hukum pun sulit mengendalikanya. “Harusnya Jokowi selaku Presiden segera mengambil sikap sebelum terlambat,” tutupnya. (YOS/JAKSAT)