CABE (Catetan Babe*): Payung Fantasi

20
Photo Samira Saidi | RS
Photo Samira Saidi | RS

 

Lenggang mengorak
menarik hati serentak
Ai ai ai siapa dia
Wajah sembunyi di balik payung fantasi
Ai ai ai aku rindu

Sebait lyric lagu Payung Fantasi yang biasa dinyanyikam Bing Slamet pada tahun 1950,-an.

Lagu ini mewalili semangat jaman. Di era itu di jalan2 pandangan mata kepergok wanita berpayung fantasi dengan ragam hias aneka bunga bertabur di selebar lapis payung.

Puja puji empat besar Presiden di dunia, juru damai dunia, bagai payung fantasi karena begitu hujan turun payung langsung dilipat karena lapis payung berbunga dari kertas tebal, bukan kain.

Ex Presiden SBY menggelar pendapatnya tentang politik mutakhir, langsung dikata ex Presiden tak layak bicara. Ex Presiden yang bicara politik terus2an Gus Dur dan Megawati. Kok yang dianggap salah cuma SBY?
Ex Wapres Drs Moh Hatta menulis buku Demokrasi Kita tahun 1960-an ketika Demokrasi Terpimpin bersimaharaja lela.

Perkembangan situasi kini yang makin runyam juga menjadi concern akademisi. UGM memprakarsai pertemuan rektor2 baru2 ini. Pertemuan ini positif dan menelorkan usul2 mendasar untuk perbaikan negeri.

Lantas saya teringat Seminar Trace Baru yang digelar di UI atas prakarsa Guru2 Besar-nya di awal tahun 1966.
Sejurus kemudian Sukarno jatuh.

*) Ridwan Saidi.