Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa

20
Rita Rusman/ist

OLEH Rita Rossie*)

PANCASILA  merupakan pandangan hidup bangsa, memiliki fungsi utama sebagai dasar negara Indonesia. Dalam kedudukannya yang demikian Pancasila menempati kedudukan yang paling tinggi, sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber hukum dasar nasional dalam tata hukum di Indonesia.
Sebagai generasi yang masih mendapatkan program penataran P4, saya pribadi bersyukur karena disana kita diajarkan bagaimana menghormati orang lain yang berbeda keyakinan (toleransi beragama), bagaimana kami menghargai keberagaman, sehingga pada saat itu ledekan terhadap suatu suku, kita hanya menganggapnya sebagai sebuah anekdot, heureuy atau joke dimana tidak ada ketersinggungan satu sama lain karena kita satu bingkai dalam Bhineka Tunggal Ika, KITA INDONESIA, bukan SAYA INDONESIA seperti yang akhir2 ini digaungkan. Bukan juga rasisme. Karena kita adalah saudara sebangsa.
Menjadi hal yang menyakitkan manakala ada orang yang teriak SAYA PANCASILA malah terjerat berbagai kasus yang jauh panggang dari api dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Sekaligus menggelikan manakala ada seorang kepala daerah yang tidak hafal Pancasila, sama menggelikan-nya dengan sebuah wacana yang akan menjadikan Pancasila menjadi trisila bahkan ekasila.
Jadi siapa sebenarnya yang ingin merubah dasar negara? Bukan kelompok radikal yang dituduh sebagai sumber terorisme, tapi malah sekelompok orang yang nyaring teriak saya Pancasila.
Tidak ada satupun dalam sila-sila yang berada dalam Pancasila yang menurut saya yang notabene seorang Muslim bertentangan dengan keyakinan yang saya anut, begitu juga dengan keyakinan lain, toh semua itu mengajari kita kebaikan.
Maka kembali saya mengerutkan kening kalau ada statement dari seorang oknum partai seolah Pancasila itu terlalu identik dengan salah satu agama yang memang mayoritas di negeri ini, miris.. Katanya jas merah. Katanya bangsa yang besar itu adalah bangsa yang menghargai pahlawan-nya.
Lalu kemana nilai-niali itu sekarang? Apakah Pancasila memang sudah tidak lagi sakti? Cag ah.
*)AKTIVIS PEREMPUAN INDONESIA, TINGGAL DI BANDUNG