CABE (Catetan Babe*): [Ini CABE ke-404 Sejak 5 Agustus 2021] Senen atau Senenan?

20
Photo Kelurahan Pasar Senen | RS
Photo Kelurahan Pasar Senen | RS

Di Senen dan sekitar sampai dengan Orde Baru ada bioskop Rivoli, Rex dan Grand.
Miss Tjitjih gedung sandiwara Sunda. Kalau malam banyak tontonan open air: topeng, lenong, sulap.
Pasar Senen sendiri pusat belanja dari mulai keperluan dapur sampai pakaian dan sepatu. Pusat jajan pun ada di Senen.
Untuk keperluan anak2 dari pakaian sampai mainan ada di Toko Baba Gemoek.
Untuk pici aneka model dan ukuran ada di Toko Andalas.
Mencari buku apa saja ada di Toko Buku Lie Tay San.

Senen hari pasar? Bukan. Di timur proyek Senen disebut jagal Senen. Sebenarnya areal Senen itu jagal. Jagal artinya lapangan. Sama dengan pajagalan.
Senen atau Senenan itu pacuan kuda.
Setelah Daendels pacuan kuda pindah ke Gambir. Nama Senen masih melekat tapi sebagai nama pasar setelah Pasar Baru tahun 1820.

Jalan di sebelah barat proyek Senen sampai batas Gunung Sari disebut Tana Nyonya. Seorang wanita Portugis yang disebut Nyonya, pernah memiliki tanah di sebelah barat Senen. Makam nyonya Portugis itu di Sumur Batu.
Kali Lio bukan nama kali. Lagi pula melihat kelebarannya itu got. Kali di sini maknanya circle. Sedang Lio bernakna menetap. Penamaan ini menegaskan itu kawasan hunian.

Kramat?
Orang Betawi menempatkan monument stone di lokasi sbb:

1. Persimpangan:
1.1. Simpang Lima Kramat Tunggak
1.2. Simpang Empat Tambora, Pasar Pagi, pdan Blandongan
1.3. Simpang Empat Hek Cililitan Pasar Rebo Kramat Jati.
1.4. Simpang Tiga T-tou Jl Juanda dan Pecenongan
2. Bunderan:
Kramat Bunder Senen.

Planet?
Merujuk pada bukit kecil dekat SKA Senen yang awalnya disebut Poncol. Ketika tahun 1950-an media ramai menulis soal planet, bukit kecil itu disebut Planet.

Senen salah satu simbol masa lalu Jakarta. Seperti halnya juga Pancoran dan Pasar Baru. Sarinah? Somewhere in between walau beberapa bulan lalu dihebohkan ditemukannnya situs disitu, sejatinya hal serupa juga ada di bekas airport Kemayoran. Itu ragam hias dinding yang dibuat seniman kita jaman Bung Karno. Lagi pula gedung umurnya baru 60 tahun masa’ disebut situs.

*) Ridwan Saidi.