Buka Seminar APPSI, Anies Harapkan Kerjasama Antar Daerah dan Pemberdayaan UMKM Meningkat

35
Peserta seminar nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa(4/10) berfoto berrsama usai acara | PPID
Peserta seminar nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa(4/10) berfoto berrsama usai acara | PPID

JAKARTASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri sekaligus membuka seminar nasional yang diselenggarakan oleh  Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa(4/10).

Seminar tersebut mengusung tema “Kerja Sama Antardaerah dalam Meningkatkan Daya Saing dan Pemberdayaan UMKM”. Seminar tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran model kerja sama kemitraan, dengan UMKM yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah; serta merumuskan strategi kerja sama untuk meningkatkan daya saing daerah.

Sebagai Ketua Umum APPSI, Gubernur Anies menjelaskan tema yang diusung ini sesuai dengan pemahaman bersama bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah selalu dimaknai sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Kondisi ini menjadikan Pemerintah Daerah membawa tugas untuk selalu melakukan program dan tindakan yang akan memajukan daerah dan masyarakatnya.

“Salah satu program tersebut adalah dengan membuka lapangan kerja yang akan menjadi sumber pendapatan yang layak bagi masyarakat. Semoga kita semua dapat saling bertukar pikiran, pengalaman, memperoleh perspektif baru, sekaligus menjadi wadah untuk membangun kerja sama antardaerah dalam meningkatkan daya saing dan kemandirian pangan sekaligus membuat pelaku UMKM semakin berdaya,” ujar Gubernur Anies.

Di samping itu, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM pada tahun 2021 telah mencapai 64,19 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8.573 Triliun Rupiah. Terlebih lagi, UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia pada tahun 2020, serta dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

Namun di sisi lain, tingginya jumlah UMKM di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan serta kondisi pasca pandemi COVID-19 yang telah mengakselerasi transformasi di segala aspek kehidupan. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pandemi COVID-19 telah menghantam keras para pelaku UMKM dan berdampak pada penurunan kontribusinya terhadap PDB Indonesia. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu:
a.    Perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat di masa pandemi dari offline ke online
b.    UMKM mengalami permasalahan tenaga kerja terampil.
c.    Terhambatnya distribusi produk dan kesulitan bahan baku produksi.

Kondisi tersebut menurut Gubernur Anies perlu menjadi perhatian bersama, tidak terkecuali di lingkup daerah. Sebab faktanya, peningkatan kapasitas UMKM turut mendorong daya saing daerah sekaligus berperan sebagai penyedia sumber bahan pangan lokal, sehingga mengurangi tingkat ketergantungan impor.

“Dengan adanya hal ini, suatu daerah akan memiliki daya saing yang kompetitif dan pada akhirnya akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi serta pembangunan yang berimbang, adil, serta berkelanjutan. Mari berdiskusi dan bertukar pendapat secara komprehensif mengenai kerja sama antardaerah dalam meningkatkan daya saing dan pemberdayaan UMKM. Sehingga dapat menemukan pemahaman bersama serta tekad yang kuat untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Gubernur Anies.

Perlu diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria beserta Forkopimda Provinsi DKI Jakarta; Anggota Dewan Pakar APPSI, Bapak Prof. Muchlis Hamdi. Asisten Sekda Bidang Pemerintahan; Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Elizabeth Ratu Rante Allo;  dan Kepala Biro yang membidangi Pemerintahan/Kerja Sama Daerah/ Otonomi Daerah se-Indnonesia.|YOS-JAKSAT