Refleksi 5 Tahun Anies Baswedan, Musni Umar: Leadership dan Punya Jargon Kolaborasi Kemajuan Jakarta

63

JAKARTASATU.COM – Kemajuan di manapun di dunia ditentukan oleh pemimpinnya . Seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi yang dinarasikan dalam bentuk program kerja untuk dilaksanakan . Visi Anies adalah Jakarta kota maju , lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua. Hal ini dikata Musni Umar, Sosiolog  dan juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang disampaikan pada acara : Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan Memimpin Jakarta ” Penyelesaian Agenda SDGs dan Problem Kohesi Sosial ”  di Jakarta (8/9/2022).

“Untuk mewujudkan Visi Anies dalam membangun kota Jakarta, dia memiliki leadership dengan jargon kolaborasi . Itulah yang dilaksanakan Anies Baswedan dalam mewujudkan kemajuan Jakarta,” imbuhnya

Dilanjutkan Musni Umar, Dalam rangka refleksi 5 tahun kepemimpinan Anies Baswedan memimpin Jakarta , kita bisa lihat berbagai kemajuan yang dilaksanakan .

Pertama , bidang politik , Anies tunaikan 23 janji politiknya kepada warga DKI Jakarta . Satu – satunya janji politik Anies yang gagal direalisasikan adalah melepas saham bir di PT Delta Djakarta .

Kedua , bidang pendidikan , Anies sukses memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar menjadi KJP Plus tidak saja yang peroleh bantuan usia sekolah ( 6-12 ) , tetapi kelompok belajar paket A , B dan C , tetapi juga pendidikan madrasah , pondok pesantren serta kursus keterampilan . Selain itu , memujudkan program kartu Jakarta Mahasiswa Unggul ( KIMU ) . Semua tamatan siswa di DKI yang tidak mampu jika sukses diterima di PTN dan PTS dengan akreditasi A diberi bantuan 9 juta persemester .

Ketiga , bidang kesehatan , sukses diperluas Kartu Jakarta Sehat menjadi KJS Plus dengan menambahkan fasilitas kesehatan khusus kepada guru ngaji , pengajar sekolah Minggu , penjaga rumah ibadah , khatib , penceramah dan pemuka agama . Selain itu , merevitalisasi layanan dokter komunitas , pelatihan peduli kesehatan diri sendiri , keluarga dan lingkungan sekitar , pelatihan peduli lingkungan hidup , mengaktifkan Pos Perempuan Mandiri sebagai bagian dari pengembangan Posandu dan Posbindu .

Keempat , bidang sosial , Anies merealisasikan program melindungi perempuan dan anak – anak Jakarta dari praktik pelecehan , kekerasan dan diskriminasi , serta praktik perdagangan orang dengan mengaktifkan 267 Rumah Aman , merevitalisasi Unit Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan berbasis aplikasi bekerjasama dengan Polda Metro Jaya serta memberi subsidi bantuan hukum bagi korban.

Selain itu , Anies memuliakan perempuan dengan mendukung inisiasi menyusu dini dan asi eksklusif , menyediakan fasilitas publik untuk menyusu anak , dan tempat penitipan anak . Juga , Anies mendukung perempuan untuk berpartisipasi dalam perekonomian antara lain melalui pemberian kartu usaha perempuan mandiri. Anies meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah , lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial , sekolah Minggu , Majelis Ta’lim yang berbasis proporsional dan keadilan. Di samping itu , memperluas cakupan pengguna air bersih , memperbaiki kualitas layanan air bersih dengan prioritas wilayah dengan kualitas air terburuk serta memberikan subsidi langsung kepada warga tidak mampu .

Kelima , bidang ekonomi . Anies Baswedan mewujudkan pembukaan 200.000 lapangan kerja dengan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaan warga untuk menghasilkan 200.000 pewirausaha baru selama 5 tahun . Instumen yang dipergunakan pertama OKE OCE kemudian diubah Jakpreneur . Anies juga mengembangkan kualitas pendidikan serta mengintegrasikan pendidikan ketrampilan ke dalam dunia usaha , sehingga hasil lulusan bisa diserap ke dunia kerj dan menjadi pewiraswasta . Pandemi Covid – 19 memukul sektor usaha mikro , kecil , menengah dan koperasi .

“Dalam bidang ini, Anies juga mengatasi kesenjangan ibukota dengan menjadikan kepulauan seribu sebagai pembangunan ekonomi mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan dan kesehatan,” kata Musni dengan tegasnya.

Masih kata Musni, selain itu, Anies mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan bahan baku dengan menyediakan Kartu Pangan Jakarta, “PT Food Station menjadi instrumen untuk mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok,”pungkasnya. (YOS/JAKSAT)