CABE (Catetan Babe*): Setelah Kanjuruhan Musibah IQ jongkok

55
Photo tabel hasil teliti IQ di ASEAN. | KataData
Photo tabel hasil teliti IQ di ASEAN. | KataData

Tabel di atas adalah peringkat IQ 10 bangsa2 ASEAN. Teratas Singapura dengan rata2 IQ 105,89. Lalu ber-turut2 ke-2 sampai ke-9 Kamboja, Myanmar, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Fiilipina, Laos dengan rata2 IQ 80,99. Dan ke 10 alias buncit: Indobesia dengan rata2 IQ 78,49.

Kalau penelitian ini akurat saya teringat Rocky Gerung yang tiap berkomentar tak lupa selipkan kata dungu. Dalam istilah pop disebut IQ jongkok. Formil ini tanggung jawab Mendikbud Makarim.

Istilah membangun SDM saban saat diucapkan tanpa membenahi cara2 rekrutmen level elit. Justru kebanyakan virus IQ jongkok ditularkan lapisan ini.

Musibah IQ jongkok harus segera diatasi hingga tidak menimbulkan efek lain yaitu khayal dan justa. Kita segerra lepas landas cut cut cut (sambil telapak tangan digoyang arah langit). Yang terjadi proyek2 pada mangkrak atau mubazir.

Persoalan nyata di depan mata:
1. Meningkatkan pendapatan rakyat
2. Menanggulangi musibah IQ jongkok
3 .Mencegah berulangnya peristiwa KM 50, Kasus Sambo, dan tragedi Kanjuruhan.

Ini tambahan 3 butir masalah selain butir2 terdahulu seperti oligarkhi dan korupsi yang masih menggantug..

Sementata it pertemuan Bogor 8/10/2022 Jokowi-Megawati yang diselingi dengan makan kacang2an (re: CNB) memberi kesan keadaan econ dan keuangan Indonesia mencemaskan sehingga diskusi berwarna kontemplasi.

Pertanyaan, apakah pilptes solusi? Empirik tidak. Ada yang ajukan solusi lain: kembali ke UUD 45 yang murni.

Persoalannya di era globalisasi ini kita tidak sendirian bicara soal kita. Karena bagi Arrerika, Indonesia itu penting untuk global. Bahkan bukan untuk Indo Pacific saja.

Tak dapat kita elakkan bahwa orang luar pun berpikir tentang Indonesia. Apalagi mssalah makin rumit, meminjam istilah Faisal Assegaf, selain OLIgarki kita juga hadapi OLIbekas, maksudnya elit yang tak bermutu. Celakanya lagi OLIbekas bersanding dengan OLIgarki.

*) Ridwan Saidi.