AB & HRS SOSOK PENYELAMAT RI ?

248
Anies Baswedan bertemu Habib Rizieq Shihab (HRS)/ISTIMEWA

JAKARTASATU.COM —  Alhamdulillah akhirnya setelah dipaksa “mondok” selama sekitar 2 tahun akhirnya HRS dapat kembali pulang walau bersyarat. Tentu syaratnya bisa ditebak ada yang tersurat dan ada yang tersirat“.

Semua pengikut HRS baik yang terbuka maupun tertutup semua ikut merasakan kebahagiaan ini. Jumlahnya gak bisa dihitung. Jika yang datang ke 212 saja di Monas sudah sekitar 10 jutaan, artinya pengikut riilnya bisa mencapai 50 jutaan mungkin lebih. Rasanya tidak 1 partaipun yg sanggup mengumpulkan orang sebanyak itu secara sukarela.

Harapan terhadap HRS pemimpin informal yang mempunyai nama lengkap Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., Ph.D., DPMSS tentu berbeda dengan harapan terhadap AB yang mempunyai nama lengkap H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. Pemimpin formal, sang Gubernur Indonesia. Esensi kesamaan harapan yakni agar kedua tokoh cendekiawan yang bergelar Doktor ini dapat memimpin perubahan di Indonesia. Pendukung ARB & HRS bukan hanya dari dari seluruh Provinsi bahkan diaspora yg tersebar di luar negeri.

HRS, seorang ulama besar yang merupakan simbol perjuangan yang istiqomah, dapat membakar semangat jihad amar ma’aruf nahi mungkar. Sebagai Imam Besar yang dinobatkan oleh para Ulama lurus, HRS menjadi fokus panutan, beliau sangat dibenci penguasa, karena tidak mau mengikuti kemauan penguasa yang merugikan rakyat dan aqidah.

HRS sejatinya adalah nasionalis agamis, ahli agama, ahli tata negara dan sangat menguasai Pancasila melebihi para tokoh yg mengaku Pancasilais. Organisasinya FPI sangat dikenal di Indonesia bahkan di dunia, karena sering membantu bencana dan mencegah minuman keras, narkoba dan prostitusi. Framing negatif dari penguasa dan media utama seperti radikal, garis keras kerap dilontarkan, sehingga nama HRS menjadi dicitrakan negatif dan dibenci oleh lawannya. Walau demikian nama beliau tetap harum dimata umat dan para ulama yang lurus.

AB disebut Gubernur Indonesia oleh masyarakat, merupakan pengakuan yang bermakna harapan kelak agar bersedia memimpin mereka. AB juga merupakan tokoh yang disukai oleh masyarakat, tapi tidak disukai oleh penguasa dengan alasan yang sama. Walaupun termasuk Islam moderat, AB ditakuti kalangan Islampobia dan juga ditakuti para konglomerat kotor.

Kesamaan pada keduanya yakni tidak disukai penguasa dan jajarannya, karena keduanya tidak dapat diajak kerjasama yang merugikan negara. Keduanya ditakuti dan disegani oleh oligarki. Keduanya sama-sama punya prestasi hebat yang diakui oleh rakyat (bukan oleh pemerintah). Bedanya AB merupakan orang pemerintah yang bersih, sedang HRS seorang ulama lurus dan kharismatik. Kesamaan lainnya adalah sifatnya cinta pada negara dan rakyat jauh dari ke-pura-puraan. Jika AB berpidato kalem, HRS adalah orator unggul yang dapat menghanyutkan para pendengarnya.

Keduanya terlihat sangat membela negara dari ancaman ketidak adilan, komunis dan sekuler. Hal inilah mungkin yang dianggap menghalangi langkah penguasa. Karakter keduanya bisa saling melengkapi. AB adalah tipikal pemimpin yg memikirkan seluruh kelompok.

Keduanya mempunyai dukungan spektakuler dari rakyat, bahkan tidak sedikit juga dari ASN, Polisi dan TNI yg menjadi pengikut senyap, dan bahkan dari kalangan yg berbeda keyakinannya. Keduanya bukan orang partai, bukan penggila dunia (hubbun dunya), berani dan termasuk pejuang.

HRS & ARB diatas selain banyak pendukungnya, banyak juga musuhnya. Banyak pihak yang merasa terusik dan terancam selalu mencari celah untuk menjatuhkannya. Oleh karena itu perlu dijaga dengan baik dan ketat.

Saking cintanya pada tokoh diatas, ada ormas baru yg berpusat di Banten dibentuk khusus utk ikut berperan mengamankan para tokoh ini dalam senyap.

Keduanya memberikan contoh, dengan perbuatan yg baik, ternyata pendukungnya semakin banyak. Pencitraan, pura2, bohong, fitnah, suap dan jahat bukanlah bagian dari karakter mereka.

Bandul politik kelihatannya akan bergeser dengan semakin dekatnya pemilu. Yang pasti siapapun yang dipercaya dan direkomendasikan oleh HRS itulah yang akan menang. Demikian juga partai, partai manapun yang direkomendasikan akan nertambah suaranya. Inilah king maker sebenarnya, sehingga selalu diburu dan di kriminalisasi sebisa mungkin oleh lawan ya.

Memang secara formal partai yg boleh mengusulkan capres dan wapres, tapi secara informal pendukung kedua tokoh ini yang menentukan. Partai pengusung AB tentu akan didukung pendukung kedua tokoh ini.

Saat ini RI saat ini sudah tidak berdaulat penuh lagi, sulit keluar dari cengkeraman oligarki yg dibantu penuh oleh para pendukungnya. Oleh karena itulah rakyat kebanyakan berharap banyak kepada kedua tokoh ini, agar RI dapat kembali *berdaulat penuh, mensejahterakan dan dapat menegakkan keadilan*.

Sebenarnya rakyat sangat berharap agar TNI yg menjadi lokomotif penyelamat RI, tapi melihat fakta di lapangan rasa sulit diharapkan, apalagi Polri yg sering berhadapan langsung dengan rakyat.

Akhirnya sangatlah logis jika akhirnya rakyat berharap banyak pada kedua tokoh sipil ini. Sudah barang tentu kedua tokoh ini tidak dapat bekerja tanpa dukungan tokoh2 nasionalis agamis lainnya. *Kolaborasi antar tokoh partai dan non partai tentu sangat menentukan hasilnya, jangan takut disebut politik identitas, radikal dsb, karena yang menentukan nadib kita adalah kita sendiri*.

Bandung, Oktober 2022
Memet Hakim
Pengamat Sosial
Ketua APIB