KONFIRMASI ADANYA IJAZAH PALSU

179
Rektor UGM Klarifikasi Ijazah yang hanya bilang meyakini tanpa membuktikan Ijazah aslinya./ist

Viral dan begitu banyak analisis dan testimoni tentang ijazah palsu Jokowi sang presiden. Walau sebenarnya yang digugat adalah ijazah SD sampai SMA, tapi ternyata S1 nya juga diragukan keasliannya. Tapi biarlah pembuktian palsu atau aslinya pihak pengadilan atau pihak yang dianggap netral dapat membuktikannya.

Setelah rektor UGM menyampaikan keyakinannya bahwa Jokowi adalah lulusan fakultas Kehutanan UGM Selasa 11/10/2022, tanpa diperlihatkannya bukti transkrip dan no kelulusan dan atau bukti lainnya, tiba tiba sang penggugat yakni BT sore hari ini tanggal 13.10.2022 sekitar jam 15 beritanya ditangkap polisi di hotel Sofian, di kawasan Tebet, Jakarta.

Jika dianalogikan sebagai bahasa tubuh atau gestur, kedua kejadian ini memperlihatkan upaya membela dan melindungi Jokowi, tapi justru yang terjadi adalah membuat konfirmasi bahwa memang Jokowi membuat ijazah palsu. Respon masyarakat atas pernyataan rektor UGM ternyata tidak membuat masyarakat percaya, bahkan ada alumni UGMnya sendiri tidak percaya. Masyarakat semakin penasaran dan yakin terjadi pembohongan publik.

Kasus penangkapan BT sore hari tadi (13.10.2022), walaupun atas dasar penistaan agama, dibaca oleh warga netizen tetap terkait kasus ijazah palsu. Hal ini terjadi karena orang lain yg sudah dilaporkan pada kasus yang sama tidak ditahan.

Tindakan ini diartikan sebagai pengakuan penguasa atas pemalsuan ijazah ini. Bagaimana mungkin dalam upaya pembuktian sang penggugat harus ditahan ? Artinya pihak penguasa sangat kawatir, jika di pengadilan nanti benar-benar apa yg digugat benar adanya.

Menurut video yg viral, kelihatannya BT sudah siap mati apalagi sudah melakukan mubahallah. Jadi sebenarnya mau ditahan, ditembak mati ataupun tidak, tidak tidak ada pengaruhnya. Justru yang rugi adalan institusi Kepolisian.

Dalam kasus ini, seyogyanya justru polisi sebagai salah satu unsur penegak hukum harus ikut membantu membongkar kasus pemalsuan ijazah ini, supaya semuanya jelas, bukan sebaliknya. Polisi yang menahan BT sangat bertanggung jawab, jika semakin tidak dipercaya oleh rakyat.

Kasihan juga Kapolri yang sudah mencoba berupaya menaikan citranya, ambles lagi. Memang ada kesan serba salah, aparat takut sekali atau sudah tahu jika ijazah palsu ini memang benar adanya, akan tetapi bukankah hal tersebut yang perlu kita ketahui bersama ? Kenapa harus ditutupi ?

Selamat juga untuk keberhasilan tim kuasa hukum, karena belum sampai ke pengadilan, rektor UGM dan polisi telah mengkonfirmasi adanya pemalsuan ini. Konfirmasi ini akan semakin jelas jika ada tekanan terhadap BT selama dalam tahanan walaupun alasan lain yg digunakan.

Bandung, Oktober 2022.
Memet Hakim
Pengamat Sosial