CABE (Catetan Babe*): Putar-putar Jakarta

18

Cuma di dua kota toponim Polonia, Jakarta dan Medan . Itu lidah Melayu untuk migran Polandia.
Mester itu flora. Kornelis itu relijius . Bukan dari Mr Cornelis.
Matraman bukan dari Mataram. Asal kata Betawi Teraman, selesa, nyaman.
Kramat term Betawi untuk monument stone.
Tanjung Priyuk, priyuk = U-turn
Senayan, pemakaman.
Kebayuran dari Bayur flora. Jenis pterospermum Javanicum.
Karet Tengsin, tengsin penerangan ketuhanan.
Pecenongan, monument stone
Baturaja, monument stone.
Kampung Bali, bali: circle
Pintu Besi, bagian dari defentie lijn van de Bosch yang di Bungur.

Marunda, terrazering .
Versi kang tebak2an:
Dulu ada ibu2 namanya Ma’ Ronda, dia ahli silat.
Poris, Tangerang, metatesis Polis, kota.
Versi Kang tebak2an:
Poris dari Po’ Ris, ahli silat. Semua kang silat, tak ada kang gado2.
Petojo,, direction.
Versi Kang tebak2an:
Dulu ada bapa2, dia pake pet ijo, suka mundar mandir
Angke, tanah kosong.
Versi Kang tebak2an:
Dulu ada si Aang, dia suka bawa2 toke. Kok si Aang bukan si Oong.
Pluit, tanah berair.
Versi Kang tebak2an:
Dulu ada bapa2 suka keliling kampung sembari tiup2 peluit.

Toponim itu jejak sejarah yang harus dipelihara. Toponim native baik di USA, Canada, Aussie dilindungi dan dilestarikan. Topinim native di Jakarta dirusak oleh;

1. Belanda. Misal Gg Sekot (menarik masuk) diganti Scott. Motif: mereka ingin disimpulkan lebih tua dari native.
2. Pemda. Motif awam tapi ingin dikesankan cerdas.
3. Kang tebak2an. Motif: ingin dikesankan penemu sejarah.

Mestilah mereka insaf bahwa memahami toponim ada metodenya.
Seorang yang merasa ahli sejarah berkata bahwa Cengkareng itu nama burung.
Saya tanya mana itu burung. Dia cep kelakep mulut dibekep ama kekep.
Cengkareng: ceng + kareng atau karaeng. Minor power sys Cengkareng menarik didalami karena ada toponim di sekitar Pesakih: tempat suci. Dan Bambu Larangan: orang pandai yang suci . Kang tebak2an bilang Condet dari Ciondet. Ondet buah . Mana tu ondet? Kang tebak bungkem Condet ulat yang dapat dljadikan sutera .

*) Ridwan Saidi