Anthony Budhiawan: PDIP Memang “Seksi”

102
(Kanan) Anthony Budiawan, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies) | YOS-JAKSAT
(Kanan) Anthony Budiawan, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies) | YOS-JAKSAT

JAKARTASATU.COM — PDIP memang “seksi”, bisa mengusulkan capres sendiri tanpa tergantung partai lain. Tetapi, ketika tidak lagi sejalan dengan penguasa, maka keseksiannya bisa menjadi bumerang: target di “kudeta”. “Tidak tanggung-tanggung, target penghancuran langsung diarahkan ke Puan dan Megawati,” demikian tulis Anthony Budhiawan di akun twiteernya 30 Oktober 2022.

Lebih lanjut Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies) ini menulis, “Sepertinya sikap politik PDIP dan Megawati bertentangan dengan keinginan para oligarki penguasa yang mau meneruskan status quo, mau mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Di lain pihak, Megawati tidak berkenan, alasannya belum menentukan capres: atau mau mendorong Puan?” tanyanya.

Masih kata Anthony, “Perselisihan semakin keras dan terbuka. Pertama, Puan langsung jadi sasaran tembak. Sekelompok orang mengaku Sahabat GP 2024 minta KPK periksa Puan dalam skandal E-KTP: permintaan wajar atau politis? Puan dianggap penghalang untuk bisa capreskan Ganjar?” imbuh Anthony menanggapi berita berjudul “WADUH! Sahabat Ganjar Pranowo 2024 Minta KPK Segera Periksa Puan Maharani Dalam Skandal e-KTP” sebuah media 24 Oktober 2022.

Sasaran kedua langsung mengarah ke jantung lawan, mematikan. Relawan Ganjar doakan Jokow terpilih jadi Ketum PDIP. Artinya, Megawati akan dikudeta? Apakah akan ada “PDIP tandingan” dan Megawati tersingkir? Apakah tanda trah Soekarno akan berakhir,” tulis Anthony menanggapi berita “Relawan Ganjar Doakan Jokowi Bisa Terpilih Jadi Ketum PDIP pada 2024”, IDN (27 Oktober 2022). Akhirnya kita akan saksikan apa yang nanti terjadi kelak…..(YOS/JAKSAT)