Antara Kanjuruhan dan Itaewon

64

Antara Kanjuruhan dan Itaewon

LAGI, tragedi kemanusiaan. Kali ini di Itaewon, Seoul, ibukota Korsel. Menelan korban 153 orang tewas. Tragedi Sabtu malam, akhir pekan, 29 Oktober 2022.

Sebulan sebelumnya, pecah Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jatim. Sabtu malam, akhir pekan, 01 Oktober 2022. Menelan korban 135 suporter tewas.

Dalam jumlah korban, tiga angka bertukar posisi. Tragedi Kanjuruhan menelan korban 135 orang. Tragedi Itaewon, Korsel, jumlah korban 153 suporter tewas. Dua angka akhir dibalik. Semata kebetulan. Kabar terakhir, korban Itaewon menjadi 154 orang. Korban Kanjuruhan bertambah jadi 135 orang.

Hal memilukan, dua tragedi kemanusiaan itu terjadi dalam kurun kurang dari sebulan. Pada bulan yang sama. Kanjuruhan awal Oktober, tragedi Itaewon akhir Oktober. Tahun yang sama, 2022.

Penanganan Itaewon

Tragedi Itaewon, Korsel, Sabtu malam, 29 Oktober 2022. Esok harinya, Minggu pagi — Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol mengunjungi lokasi kejadian. Respons empati dan sesegera. Menyatakan belasungkawa atas jatuhnya korban manusia. Berdesakan, terinjak-injak dan korban berserakan.

Hari pertama, Minggu, 30 Oktober 2022. Presiden Korsel membuat pernyataan penting pada kesempatan pertama. Di lokasi atau TKP (tempat kejadian perkara -pen), presiden menyatakan “masa berkabung nasional” selama sepekan. Berlangsung hingga 05 November akhir pekan ini. Dia akan prioritaskan penanganan bagi pemulihan dan langkah lanjutan. Pun berjanji bakal usut tuntas, agar tak terjadi lagi. Dengan mengenakan kostum lapangan, Presiden Yoon Suk-yeol juga akan membangun “altar untuk berduka”. Kelak, warga dapat mengenang para korban tragedi Itaewon.

Hari kedua, Senin, 31 Oktober 2022 — Presiden Korsel instruksikan kepada Perdana Menteri, Han Duck-soo yang baru menjabat lima bulan. Pembuatan sistem untuk kendalikan massa. Spesifik pada acara-acara yang tak terorganisasi dan bersifat spontan.

Hari ketiga, Selasa, 01 November 2022. Kepala Kepolisian Nasional Korsel, Komjen Yoon Hee-keun menyatakan sikap. Mengaku pikul “tanggungjawab berat” atas Tragedi Itaewon itu. Sambil membungkuk di hadapan publik, sang jenderal polisi itu meminta maaf. Dengan sekali tarikan nafas, dia pun menyatakan: Saya bertanggungjawab!

Penanganan Kanjuruhan

Presiden FIFA, Gianni Infantino menyebut Tragedi Kanjuruhan sebagai “Hari Kelam Sepakbola Dunia”. Pernyataan jelang sehari, setelah tragedi kemanusiaan Sabtu malam, 01 Oktober 2022.

Tak hanya ucapan belasungkawa, FIFA juga mengibarkan bendera anggota federasi — setengah tiang di markasnya Zurich, Swiss. Dalam pernyataan lain, Presiden FIFA mengatakan, “Hari yang Gelap dan Suatu Tragedi di Luar Pemahaman.” Sekali lagi, terkait jumlah korban tewas yang mencapai 135 orang (data terakhir – pen).

Hari pertama, Minggu, 02 Oktober 2021. Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap Tragedi Kanjuruhan. Beliau menyesalkan terjadinya tragedi kemanusiaan itu. Menyampaikan duka cita dan berharap sebagai insiden terakhir, serta jangan terulang lagi.

Presiden menegaskan perintah kepada empat pejabat terkait. Sesuai tupoksinya. Menteri Kesehatan, Menpora, Kapolri dan Ketum PSSI.

Hari yang sama, Minggu petang (senja), 02 Oktober 2022. Konferensi pers di TKP, teras pintu utama Stadion Kanjuruhan, Malang. Dipimpin Menpora, Zainuddin Amali. Bersama Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Ketum PSSI, Moch. Iriawan. Ikut hadir Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta. Melulu pernyataan belasungkawa. Tak ada yang mengaku siap bertanggungjawab.

Hari kedua, Senin, 03 Oktober 2022. Dibentuk TIGPF (Tim Independen Gabungan Pencari Fakta). Dipimpin Menko Polkam, Mahfud MD bersama 12 orang lainnya. Alasan pembentukan, karena pihak terkait saling lempar tanggung jawab. Termasuk petisi desakan mundur Ketum PSSI.

Hari ketiga, 04 Oktober 2022. Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta menyampaikan permintaan maaf. Mengaku ada kekurangan dalam proses pengamanan. Sementara itu Ketum PSSI, Moch. Irawan menanggapi desakan mundur. “Kalau mundur, artinya tidak bertanggungjawab,” katanya.

Hari keempat, 05 Oktober 2022. Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto meminta maaf atas anggotanya yang _over acting_ dalam membantu pengamanan.

Hari kelima, 06 Oktober 2022. Kapolri mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. Di antaranya Dirut PT LIB, Ahkmad Hadian Lukita — Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris dan Security Officer, Suko Sutrisno.

Hari kesembilan, 10 Oktober 2022. Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico dicopot jabatan. Ditarik ke Mabes Polri.

Panjang Berliku

Langkah penanganan dan penuntasan Tragedi Kanjuruhan masih bergulir. Apa boleh bikin, panjang dan berliku. Tak ada pihak yang unjuk sikap: Saya Bertanggungjawab!

Berputar-putar di lingkaran. Mirip atraksi “tong setan”. Tak kurang Menko Polkam pun geram. Di satu sisi, pemerintah tak boleh intervensi PSSI. Di sisi lain, tragedi terjadi di wilayah yang bersentuhan langsung PSSI. Faktual jumlah korban yang tak pantas diabaikan. Mahfud pun tegas, “Kalau Anda punya tanggungjawab moral, Mundur!”

Dua hari lalu, PSSI mengumumkan bakal gelar kongres luar biasa (KLB). Kabarnya, dijadualkan Januari 2023. Selang sehari atau Selasa kemarin, direspon Mahfud MD — bahwa Ketum PSSI akan mundur melalui KLB.

Bisa jadi pesan Mahfud MD adalah sinyal “terbaik” bagi PSSI. Keputusan TIGPF Tragedi Kanjuruhan, jelas sudah di tangan menko ini. Siap diumumkan hari Rabu ini, 02 November 2022. Persis sebulan dari waktu peristiwa.

Rasanya salah satu butir keputusan TIGPF, tak bakal jauh beda. Senada seirama sejumlah kali pernyataannya. Pasti, bab PSSI.***

imam wahyudi (iW)
Wartawan senior di Bandung