Siapa Cawapres Anies ?

213
GUBERNUR ANIES BUKA TIGA RUANG LIMPAH SUNGAI JAKARTA | PPID
GUBERNUR ANIES BUKA TIGA RUANG LIMPAH SUNGAI JAKARTA | PPID

Siapa Cawapres Anies ?

Harus kita akui, hanya Capres (Calon Presiden) Anies Baswaden dan partai Nasdem yang sudah siap menuju kontestasi Plipres 2024 mendatang. Kesiapan partai Surya Paloh atau Anies ini, bisa diukur dari sudah dideklarasikanya Anies oleh ketua umum Partai Nasdem.

Meskipun belum mencukupi presidential threshold, yang penting ada keberanian dari partai Nasdem untuk mendukung Anies menjadi capres. Yang sebelumnya, Partai Nasdem masih ragu-ragu, dan malu-malu kucing mengusung Anies secara terbuka ke publik. Ditambah lagi ada permainan sandiwara dengan karakter pura-pura mengusung banyak tokoh politik seperti GP (Ganjar Pranowo) dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk jadi capres Nasdem agar Partai Restorasi ini tidak curigai Istana mempromote Anies menjadi capres.

Kemudian dengan modal keberanian dan kecepatan partai Nasdem mendeklarasi Anies membuat Istana kaget. Pesta demokrasi Pilpres menurut ramalan atau kontrol dari dalam Istana, apakah itu deklarasi capres partai politik atau konsolidasi politik tidak mungkin berjalan tahun 2022. Namun, diperkirakan berjalan tahun depan, ketika memasuki bulan puasa, tentu dalam kanal otoritas koridor Istana.

Ternyata deklrasi Anies Partai Nasdem sudah mendahului Ramalan Istana tersebut. Sebaiknya pihak Istana tak perlu pura-pura kaget dong. Mereka seperti sudah mengetahui bahwa kecepatan Deklarasi Anies sebagai capres juga didorong oleh “ancaman” dari KPK kepada Anies atas kasus Formula E Jakarta.

Akibat Ancaman KPK ini, maka Partai Nasdem langsung cepat-cepat mendeklarasi Anies menjadi Capres Nasdem sebagai “alat pelampung” Anies Baswedan dari kenakalan Politik korupsi KPK. Sekaligus sebagai perlawanan kepada KPK, karena dianggap sudah masuk arena politik praktis.

Selanjutnya, setelah Anies mendeklrasi diri sebagai capres Nasdem, maka PR atau tugas rumah partai Nasdem harus menglengkapi standar persyaratan seperti mencukupi presidential threshold, dan Mencari siapa Cawapres (Calon Wakil Presiden) Untuk Anies Baswedan.

Untuk Cawapres Anies, sudah ada dua nama yang muncul ke publik dan satu kriteria tanpa menyebut nama. Dua nama yang muncul adalah pertama, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dari Demokrat, dan kedua Aher (Ahmad Heryawan) dari PKS.

Sedangkan satu kriteria tanpa menyebut nama adalah bahwa Pendamping Anies untuk wakil Presiden bukan orang pupoler, atau bukan orang terkenal. Dan sebetulnya kriteria ini secara halus, dan menohok menolak AHY atau AHER sebagai wakil Presiden Anies lantaran kedua tokoh ini adalah tokoh-tokoh yang amat dikenal Publik.

Kemudian, jika masih tetap ngotot menjodoh Anies dengan AHY atau AHER, maka Anies dipastikan kalah dalam Pertarungan Pilpres 2024 mendatang. Karena Basis massa atau rakyat pemilih kedua tokoh ini dan di tambah Anies, sebetulnya sama, yaitu massa Islam perkotaan, atau islam radikal dan massa yang tidak suka kepada Pemerintahan Jokowi.

Maka untuk itu, sebaik Partai Nasdem mengambil Cawapres Anies berasal dari kalangan kalangan Abangan atau NU. Tetapi Kalau abangan tidak mungkin mau sebagai cawapres Anies. Karena, Anies dianggap orang Arab, dan selalu membawa bawa Politik identitas dalam pertarungan politik di Indonesia

Kalau sudah begitu, Pastai Nasdem tinggal memilih saja dari orang orang NU yang mau mendampingi Anies Sebagai Capres. Dan Orang-orang NU, yang cocok jadi cawapres Anies banyak sekali seperti Khofifah Indar Parawansa, Ali Masykur Musa, Andi Jamaro Dulung, Nasaruddin Umar, dan ada salah satu Tokoh Top Scientist In the World 2023, yaitu tokoh muda NU, Amsar Dulmanan.

Memilih Orang orang NU ini, tentu harus mendapat dukungan penuh dari Partai demokrat, dan PKS. Atau jangan jangan kedua partai ini malahan menolak cawapres dari kalangan NU. Dan akibat penolakan ini, efek Politiknya kepada Anies yang tetap masih Jomblo alias belum punya pasangan sebagai capres.

Kalau sudah seperti ini, bisa-bisa Anies gagal menjadi capres. Dan tinggal menunggu waktu saja, ketua umum Surya Paloh akan menarik dukungan dan mengumumkan bahwa Anies tidak jadii capres lantaran belum ada partai lain yang mendukung partai Nasdem untuk mencalonkan Anies sebagai capres 2024..Waduh bisa gawat nih!

Uchok Sky Khadafi, Direktur Centre of Budget Analysis (CBA) FOTO AME/JAKSAT

Uchok Sky Khadafi
Dirut CBA (Center For Budget Analisis)