Orang Baik Masuk Partai Jangan ?

47

Orang Baik Masuk Partai Jangan ?

OLEH Memet Hakim, Pengamat Sosial

CERITA partai memang selalu menarik, partai sekarang tidak sama dengan partai yg dulu pernah ada. Dulu partai merupakan alat perjuangan memperjuangkan ideologi, sekarang menjadi alat cari duit, sehingga partai rela berbuat apa saja asalkan dapat duit. Itu kesan secara umum, tapi ada juga partai tidak terlalu rakus.

Orang berlomba masuk partai motivasinya duit, terlihat saat jadi caleg misalnya, setelah jadi semua urusan jadi duit. Paling tidak itu pengalaman seorang mantan anggota Dewan. Anggota Dewan sekarang merupakan wakil partai, bukan wakil rakyat. Ada perbedaan yang mendasar diantara keduanya.

Partai yang membeli suara untuk menang atau berkembang, tentu akan korup kelak. Saat membuat UU, Peraturan lain2 diperlukan uang untuk membeli suara, akhirnya uang yg bicara bukan esensi peraturan. Tidak heran jika banyak UU yg merugikan negara dan rakyat, karena polanya seperti itu. Jadi benar kata orang, masuk partai hanya untuk cari duit dengan mudah. Rakyat itu sering disebut buat aksesori belaka.

Orang baik yang masuk partai akan tersisih dengan sendirinya, jika hanya berpihak pada rakyat. Yang jelas bela rakyat itu tidak ada duitnya, yang ada malah keluar duit. Makanya orang baikpun terpaksa cari duit untuk bertahan di partai.

Partai juga sangat tergantung dari figur ketuanya, di jajaran bawah umumnya hanya menunggu arahan sang Ketua. Kembali urusan rakyat tergantung dari Ketua juga akhirnya.

Jika orang baik tidak mau masuk partai, artinya orang tidak baik yang yang akan mengatur orang baik. Oleh karena itu segeralah orang-orang baik dan amanah masuk partai, rebut jabatan2 penting di partai, spy dapat memperbaiki dan mengawal negara ini dengan baik.

Di dalam UUD 45 pasal II ayat 1 jelas tertera bahwa anggota MPR itu terdiri
Anggota DPR ditambah utusan Daerah dan utusan golongan. Utusan daerah mrpkn perwakilan dari daerah, seperti raja, sultan, tokoh adat.

*Utusan golongan* terdiri dari perwakilan berbagai golongan tentunya dari perwakilan berbagai profesi, termasuk perwakilan agama, militer, kepolisian. Para ketua organisasi profesi dan massa juga termasuk dalam perwakilan ini. Partai malah tidak disebut, jika masuk sebenarnya dapat dikatakan utusan golongan juga.

Penyimpangan terhadap UUD 45 yang asli menyebabkan adanya perubahan wakil rakyat menjadi wakil partai. Partai yg tidak pernah berjuang dalam kemerdekaan tiba2 menjadi penguasa. Sama dengan pengusaha Cina yg tidak ikut berjuang tetiba jadi warga negara kelas satu, seolah yang memiliki negara ini. Tiba tiba juga pribumi terutama ulama Islam disingkirkan bahkan mereka dianggap teroris, tiba tiba tka Cina bermunculan, tiba2 juga lahan sawit dan tambang jadi milik asing, padahal jelas dan terang benderang itu milik rakyat Indonesia asli. Tiba tiba juga banyak keturunan komunis bermunculan. Aneh tapi nyata, memang ada yang salah di negeri ini, harus segera di restorasi.

Idealnya orang2 partai adalah orang baik semua, merupakan kumpulan para pejuang keadilan & kemakmuran, bukan diisi oleh orang2 yang cari duit, cari proyek di Partai. Apakah ini mungkin ? Sangat mungkin jika Ketua Umumnya punya integritas, jujur, amanah dan panutan para anggotanya.

Jika ketua Umum partai numpang hidup di partai, dipastikan para pengurus dibawahnya numpang hidup di partai juga. Perjuangan partai hanya sebatas perut dan kemewahan.

Orang yg bayar untuk dapat dukungan partai, niatnya seperti pedagang. Uangnya harus kembali secepatnya dan bahkan jauh lebih banyak. Para pengurus partai yang korup akan menyaring anggota yg korup juga. Oleh karena itu dihimbau agar semua orang baik, idealis & amanah harus mau berpolitik, baik sebagai anggota partai ataupun bukan.

Bandung, Oktober 2022